Mitos-Fakta Ibu Hamil Berpuasa, Trimester Berapa yang Boleh dan Tidak Dianjurkan?

Ilustrasi ibu hamil.
Sumber :
  • Stocksnap

Bekasi, VoxPop – Puasa Ramadan menjadi salah satu ibadah wajib untuk umat Muslim. Namun, tak sedikit ibu hamil yang ragu apakah diperbolehkan puasa atau tidak, mengingat bayi di dalam kandungannya butuh nutrisi. 

img_title Perempuan Disabilitas di Jagakarsa Diperkosa hingga Hamil, Pelaku Diburu

Tidak hanya itu, ibu hamil juga khawatir dirinya akan kuat atau tidak jika harus menjalani puasa seharian dalam kondisi mengandung. Lalu, bagaimana pandangan dokter? Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Dokter Obgyn/ Kandungan, dr. Agustinus Gatot, Sp. Obgyn, mengatakan, ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa selama pertumbuhan bayinya cukup. Apa artinya?

img_title Mudah dan Alami, Begini Cara Buat Jamu Promil yang Baik untuk Bunda

“Maksudnya dia memenuhi usia kehamilan dengan berat badan bayi. Kemudian, si ibunya ada gangguan-gangguan penyakit yang lain atau tidak,” ujar dokter Agustinus ditemui saat Grand Launching Women & Children Clinic Mitra Keluarga Bekasi, baru-baru ini. 

img_title Wamen HAM Sebut Tak Perlu Bentuk Tim Investigasi Usut Ibu Hamil Tertembak di Papua, Cukup Polri

Namun, dokter Agustinus menegaskan nutrisi yang dikonsumsi bumil harus cukup, baik dari segi makanan atau minuman. 

“Ketika buka puasa dilanjutkan dengan penambahan-penambahan gizi, tidak hanya buka puasa tapi juga makan sahur. Jadi di antara buka puasa dan makan sayur diberikan makanan-makanan yang bergizi, terutama protein, karbohidrat dan multivitamin. Jangan lupa juga air minum, karena kalau dehidrasi kasian bayinya,” jelasnya. 

Dulu, wanita hamil diperbolehkan puasa dengan syarat berat badannya tidak turun. Namun sekarang, menurut dokter kandungan tersebut, asal berat badan bayi tetap stabil, ibu hamil masih diperbolehkan puasa, karena hal itu menandakan makanan dari si ibu cukup untuk janin.

Berbeda kondisinya jika ibu hamil masih dalam periode trimester pertama. Dokter Agustinus pun menyarankan untuk tidak berpuasa. Kenapa?

“Biasanya trimester pertama masih mual-mual, muntah, gak bisa makan. Tapi kalau sudah trimester kedua, ketiga, biasanya makanan sudah baik, sudah bisa menambah makanan sendiri, itu silakan. Prinsipnya adalah bayi tidak turun berat badannya,” tuturnya. 

“Kalau dulu katanya trimester ketiga gak (disarankan puasa), karena takutnya bayinya kecil. Kalau dari hasil USG nya bagus, kenapa gak? Jarang lho bisa puasa khatam sampai selesai, itu kan anugerah untuk ibu hamil. Jadi kenapa gak, kalau bisa puasa,” sambungnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut