Paparan Gadget Berlebih Sebabkan Autisme Virtual pada Anak

Ilustrasi anak pakai kacamata/main gadget.
Sumber :
  • Pixabay.

VoxPop – Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme adalah kelainan perkembangan saraf yang muncul akibat perbedaan struktur dan fungsi otak. Hingga kini, penyebab pasti dari autisme masih belum diketahui secara ilmiah.

img_title Dedi Mulyadi Ajak Orangtua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi Kesehatan

Namun, muncul kekhawatiran baru di tengah masyarakat mengenai peran teknologi dalam memengaruhi tumbuh kembang anak.

Salah satunya adalah dugaan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan bisa memicu gejala mirip autisme, yang kini dikenal dengan istilah virtual autism atau autisme virtualYuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Penggunaan Gawai Berlebihan pada Anak Bisa Picu Ragam Masalah Ini

Fenomena ini dibahas oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi, dr. Amanda Soebadi, SpA Subsp. Neuro(K), MMed. Menurut dr. Amanda, perkembangan zaman telah membuat gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Ilustrasi anak kecanduan gadget.

Photo :
  • ist
img_title Anak Shireen Sungkar Idap Autisme, Baru Ketahuan Saat Umur 3 Tahun

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun kini terpapar gawai sejak usia sangat dini. Bahkan, sebagian besar anak menghabiskan sebagian besar waktu terjaga mereka dengan menatap layar.

"Digital nanny itu adalah paparan gadget pada usia dini lebih dari setengah waktu anak bangun dalam sehari. (Misalkan) dia dalam satu hari terjaga selama 14 jam. Jadi 14 jam itu lebih dari 7 jamnya dia terpapar gadget, apakah itu laptop atau tablet atau TV-nya, TV itu juga termasuk, atau HP," ungkap dr Amanda, dalam sebuah media briefing secara daring pada Selasa 15 April 2025.

Penggunaan gadget secara berlebihan ini menggantikan interaksi sosial yang seharusnya terjadi secara alami antara anak dan lingkungannya, baik dengan sorang tua, pengasuh, maupun teman sebaya.

Ilustrasi Anak Kecanduan Gadget

Photo :
  • Freepik

Akibatnya, anak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial yang sangat penting pada masa pertumbuhan.

“Digital nanny” atau pengasuh digital ini menyebabkan anak tidak mendapatkan stimulasi sosial yang cukup, seperti kontak mata, ekspresi wajah yang sesuai, atau respon terhadap panggilan.

Lambat laun, anak menunjukkan perilaku menyimpang yang menyerupai gejala autisme.

"Anak yang terpapar gadget sejak usia dini, memang dapat menyebabkan kesulitan komunikasi sosial, dan perilaku yang tidak lazim. Gangguan perkembangan otak anak ini dijuluki sebagai virtual autism atau autisme virtual," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut