Jenis Hingga Sifat Kanker Payudara Bisa Diketahui Lebih Detail, Dokter Sarankan Pasien Lakukan Biopsi Ini

Ilustrasi kanker payudara.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

Jakarta, VoxPop – Data The Global Cancer Observatory (Globocan) 2022 mencatat bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker paling banyak ditemukan di Indonesia dengan lebih dari 66.000 kasus baru per tahun. Lebih mirisnya lagi, kanker payudara menjadi penyebab kematian lebih dari 22.000 wanita Indonesia setiap tahunnya. 

img_title Sambut Hari Anak Nasional 2026, Ada Buku Pendamping Psikososial Hadir untuk Menguatkan Anak Pejuang Kanker

Walaupun sudah banyak opsi terapi yang tersedia, lebih dari 70 persen pasien datang dalam kondisi lanjut (stadium III - IV), sehingga membuat opsi pengobatan menjadi lebih terbatas dan memperkecil kemungkinan sembuh sepenuhnya. Scroll untuk informasi selengkapnya!

“Saat ini, masih banyak mitos yang keliru terkait dengan kanker payudara. Beberapa di antaranya berkaitan dengan biopsi, terapi sistemik, dan ketakutan soal efek samping pengobatan,” ujar Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam di MRCCC Siloam Hospitals, dr. Faizal Drissa Hasibuan, Sp.PD-KHOM, mengawali diskusi Together We Thrive: Oncologist & Patient in Conversation, yang digelar Siloam MRCCC Hospital bersama Roche Indonesia di Jakarta, Selasa 22 April 2025. 

img_title Riwayat Penyakit Hotman Paris yang Kini Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Pernah Abses Hati hingga Saraf Kejepit

Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam di MRCCC Siloam Hospitals, DR. dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM, pun mengungkap pentingnya deteksi dini dan diagnosis yang tepat sebagai langkah awal penanganan kanker payudara yang efektif.

img_title Di Balik Lezatnya Nasi Goreng, Waspadai Bahan yang Dianggap Jadi Pemicu Penyakit

“Diagnosis yang akurat adalah fondasi dari semua pengobatan kanker. Biopsi, khususnya core needle biopsy dengan panduan USG, mampu memberikan gambaran lengkap tentang jenis dan sifat kanker. Ini sangat krusial untuk menentukan terapi yang paling tepat bagi pasien,” jelasnya. 

Berada dalam ruang diskusi yang sama, Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam di MRCCC Siloam Hospitals, dr. Ralph Girson Gunarsa, Sp.PD-KHOM, mengulas tentang perkembangan terapi modern. 

“Terapi kanker kini jauh lebih personal dan minimal invasif. Misalnya, metode subkutan (SC) yang memungkinkan pasien mendapatkan obat secara efisien, dengan waktu lebih singkat dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan infus intravena,” ujar dr. Ralph.

Ilustrasi rambut uban

Rambut Beruban Ternyata Bisa Jadi Tanda Tubuh Melawan Kanker? Ini Temuan Studi Terbaru

Studi terbaru mengungkap rambut beruban mungkin menjadi mekanisme alami tubuh melawan kanker. Simak penjelasan ilmiah tentang hubungan uban dan kesehatan.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut