Indonesia Ulang Tahun yang ke-57, Tapi Soal DBD!

Ilustrasi kasus demam berdarah dengue (DBD)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Andrew Tito

Jakarta, VoxPop – Indonesia memiliki sejarah panjang terkait penyakit dengue atau DBD. Bahkan tahun 2025 ini, negara kita sudah 57 tahun ‘dijajah’ oleh penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti ini. 

img_title Cegah DBD, Enesis Group dan Soffell Geber Kampanye Promotif Asean Dengue Day 2026

“Dengue ini pertama kali ditemukan oleh dokter anak di RSUD Dr Soetomo di Surabaya. Jadi sudah 57 tahun dengue hadir di tengah-tengah kita,” ungkap Spesialis Penyakit Dalam, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FRSPH, FINASIM, saat media briefing bertajuk “Waspada DBD: Lindungi Keluarga, Selamatkan Masa Depan, yang digelar Takeda di Jakarta, Rabu 23 April 2025. Scroll untuk informasi selengkapnya!

Dokter Dirga melanjutkan, 2024 lalu menjadi tahun dengan kasus dengue tertinggi tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. 

img_title Pernah Kena DBD Gak Menjamin Kebal, Dokter Ungkap Faktanya!

“Waktu itu kita meninggalnya sepanjang tahun sampai 1400. Di dunia angkanya 10 ribu. Artinya, Indonesia menyumbang 10 persen. Jadi pada tahun 2024, Indonesia adalah negara dengan kematian dengue tertinggi dj dunia,” ujarnya.

“Tahun 2025 baru berjalan 4 bulan, kita boleh sedikit lega karena menurun, tapi masih ada 8 bulan lagi. Jadi, kita belum bisa menyimpulkan,” tambahnya.

img_title Waspada DBD, Tercatat Sebanyak 1.538 Kasus di Jakarta Barat Sepanjang 2026

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, sampai dengan 13 April 2025, terdapat 38.740 kasus dengue di Indonesia, dengan kematian sebanyak 182 kasus, yang tersebar di 447 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Meski angka ini lebih rendah dibandingkan dengan lonjakan kasus pada periode yang sama tahun lalu, penurunan tren ini tidak serta merta menjadi alasan untuk melonggarkan kewaspadaan. 

Sebagai negara hiper-endemik, Indonesia terus menghadapi risiko penularan dengue sepanjang tahun, yang dapat meningkat kapan saja jika langkah pencegahan tidak dilakukan secara konsisten.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, Ph.D, KEMD, menyampaikan, lebih dari setengah abad berlalu, DBD tetap menjadi masalah kesehatan yang serius. 

Data Kementerian Kesehatan tahun 2024 menunjukkan bahwa jumlah kasus dan kematian meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2023. Per April 2025, sudah tercatat lebih dari 38.000 kasus dan lebih dari 100 kematian akibat DBD. 

“Kita semua menyadari bahwa DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan iklim, kepadatan penduduk, dan mobilitas masyarakat. Artinya, siapa pun bisa berisiko terkena penyakit ini. Oleh karena itu, pencegahan yang menyeluruh perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menanggulangi DBD secara efektif,” ucap Prof. Dante.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut