5 Jenis Kanker yang Paling Banyak Merenggut Nyawa, Jadi Penyebab Kematian Terbesar Ketiga di Indonesia

Ilustrasi sel kanker.
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VoxPop – Berdasarkan data Kemenkes, kanker adalah penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Ada pun data Global Cancer Observatory (Globocan) menyebutkan terdapat lebih dari 408.661 kasus baru dan hampir 242.099 kematian di Indonesia pada 2022. 

img_title Rambut Beruban Ternyata Bisa Jadi Tanda Tubuh Melawan Kanker? Ini Temuan Studi Terbaru

Data yang sama menyebutkan bahwa kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker hati adalah lima jenis kanker yang paling banyak merenggut nyawa. Scroll untuk informasi selengkapnya!

Data di atas bukan sekadar angka. Melainkan menunjukkan betapa pentingnya tantangan optimalisasi penanganan penyakit kanker di Indonesia untuk menekan angka kematian akibat kanker. 

img_title Bukan Polisi, BPOM Kini Gandeng Pramuka Jaga Keamanan Obat dan Makanan

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D, tak memungkiri bahwa  angka penderita kanker di Indonesia cenderung tinggi. 

“Kalau kita hitung, angka kelahiran 4,7 persen. Berarti sekitar 4,8 juta orang lahir setiap tahun. Namun jika kita telusuri jumlahnya, dari 4,7 juta itu, ada 400 ribu yang berpeluang menjadi kanker,” ujar Taruna Ikrar saat menghadiri Peresmian Perluasan Fasilitas Onkologi Injeksi dan Solid PT Global Onkolab Farma di Jakarta Timur, baru-baru ini. 

img_title Bareskrim Sebut Gas Whip Pink Tak Penuhi Standar BPOM, Berpotensi Sebabkan Kematian

Kepala BPOM, Taruna Ikrar (kiri).

Photo :
  • Kalbe.

Bukan hanya prediksi semata, Taruna mengungkap, setiap tahun kasus baru kanker mencapai 420 ribu. Dan angka tersebut hanya kasus baru, belum termasuk kasus lama.

“Dan angka kematiannya 60 persen. Jadi hampir 240 ribu atau lebih telah meninggal. Tentu saja, sebagai pemerintah, kami berharap ada produk inovatif, ada variasi teknologi baru untuk melawan penyakit ini,” pungkasnya. 

Peresmian Fasilitas Onkologi

Salah satu upaya penting dalam pencegahan dan pengobatan penyakit kanker adalah pembangunan dan pengembangan fasilitas produksi onkologi. BPOM pun turut meresmikan fasilitas produksi produk onkologi di Global Onkolab Farma (GOF).

“Perluasan fasilitas produksi produk onkologi ini merupakan perwujudan komitmen kami terkait optimalisasi penanganan kanker di Indonesia. Kami melakukan perluasan baik dari sisi sediaan produk, kapasitas produksi, hingga teknologi. Kami meyakini langkah inovatif ini dapat memperluas akses kesehatan serta ketahanan kesehatan yang lebih kuat,” papar Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, di tempat yang sama. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut