Setengah Penduduk Jakarta Malas Bergerak, Ini Risiko Penyakit yang Mengintai

Ilustrasi malas gerak (mager).
Sumber :
  • Pexels/Bruce Mars

Jakarta, VoxPop – Data terbaru menunjukkan hanya 4,7 persen masyarakat Jakarta yang cukup mengonsumsi buah dan sayur. Sementara sekitar setengah penduduk Jakarta juga kurang gerak aktif, jauh di atas rata-rata nasional. 

img_title Lebih dari 6.000 Pelari Ramaikan Surabaya, Antusiasme Olahraga Lari Kian Menggila

Padahal, malas bergerak atau kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang umum terkait dengan kurang gerak antara lain obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan osteoporosis. Selain itu, kurang olahraga juga bisa memicu masalah kardiovaskular, penurunan fungsi kognitif, bahkan meningkatkan risiko depresi. Bagaimana mengatasinya? Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Gaya hidup aktif dengan berolahraga secara teratur adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurang gerak. 

img_title Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi seimbang dan aktivitas fisik yang teratur, roadshow kampanye nasional “Si Paling Megang – Menyala dengan Gerak dan Gizi Seimbang” kini hadir di Tebet Eco Park, Jakarta. Kampanye ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dengan dukungan dari United Nations World Food Programme (WFP) dan partisipasi aktif dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. 

Lebih dari 500 remaja dan anak muda dari berbagai sekolah, universitas, dan komunitas di Jakarta dan sekitarnya hadir dalam rangkaian kegiatan seperti jalan santai, bincang inspiratif, demo memasak makanan sehat, pameran komunitas hingga permainan berburu harta karun (scavenger hunt) bertema gaya hidup sehat. 

img_title Bukan Sekadar Penunjuk Waktu, Fitur Smartwatch Ini Mampu Membantu Produktivitas Harian

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta konseling dan edukasi mengenai gizi seimbang yang dilayani oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Tebet. Kampanye ini merupakan puncak dari roadshow kampanye setelah sukses digelar di Samarinda pada April 2025 lalu. 

“Kampanye Si Paling Megang – Menyala dengan Gerak dan Gizi Seimbang ini bertujuan untuk membangun kebiasaan praktis dan sehat yang mudah diikuti oleh anak muda dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Kemenkes RI, dalam keterangannya, dikutip Selasa 8 Juli 2025. 

Kampanye nasional “Si Paling Megang - Menyala dengan Gerak dan Gizi Seimbang” merupakan bagian dari program nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan telah menjangkau jutaan remaja Indonesia sepanjang tahun 2025. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut