Gadis ini Sering Keluar Darah dari Mata, Dokternya Heran
Kamis, 10 Maret 2016 - 07:44 WIB
Sumber :
- Daily Mail
VoxPop.co.id
- Seorang gadis berusia 17 tahun di Inggris, Marnie Harvey, menderita kondisi misterius yang mengerikan. Dari mata dan sejumlah lubang di beberapa bagian tubuhnya keluar darah segar.
Kondisi Marnie telah membuat dokter bingung. Selama tiga tahun, pihak medis belum bisa memastikan, apa penyakit yang diderita Marnie.
Dilansir laman Daily Mail, karena kondisi ini, sekarang, Marnie mulai putus asa, dia pun memutuskan berbagi kisahnya dengan harapan bisa mendapatkan semangat hidupnya kembali.
Kondisi ini jadi cobaan berat Marnie dimulai 2013 ketika dia terbangun dengan tetesan darah di bantal.
Ibundanya Catherine, 43, ketakutan melihat putrinya keluar darah dari mata. Ia langsung membawa Marnie ke dokter. Meskipun telah dilakukan beberapa tes, dokter meyakini tidak ada penyebab yang dapat ditemukan.
Selama dua tahun berikutnya ia kembali diminta dokter untuk menjalani tes. Bahkan dokter meminta dia untuk mengubah dietnya, menghindari konsumsi makanan dari gula dan susu. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencari tahu apa yang menyebabkan gejala itu terjadi.
Tapi berangsur kondisinya terus memburuk, dan pada bulan Juli tahun lalu, dia terkejut saat bangun dengan darah merembes dari matanya lagi.
Tidak hanya keluar darah dari mata, tapi juga dari hidung, telinga dan kuku hingga lima kali sehari. Namun, dokter dari bidang apapun, tak ada yang bisa menemukan, penyakit apa yang diderita Marnie.
Marnie pun bercerita, ia berjuang untuk membuka matanya saat darah segar keluar. Hal ini menyebabkan keluarganya berteriak pertama kalinya itu terjadi pada tahun 2013.
Dalam beberapa minggu terakhir, dia juga mulai keluar berdarah dari lidah dan kulit kepalanya.
Marnie, dari Kota Stoke-on-Trent, dianggap satu-satunya orang di Inggris dengan penyakit yang memiliki gejala unik ini, menyebabkan dokter menjuluki dirinya 'The Mystery Girl'.
Mengingat saat dia terbangun dengan perdarahan matanya, Marnie mengatakan, "Air mata merah menetes dari mata kanan saya."
"Darah mengalir di wajah saya dan linu terasa di belakang mata."
"Saya merasa seperti saya di lantai bawah dan orangtua saya, kakak dan adik semua menjerit ketika mereka melihat saya. Adikku memanggil ambulans."
Kondisi Marnie telah membuat dokter bingung. Selama tiga tahun, pihak medis belum bisa memastikan, apa penyakit yang diderita Marnie.
Dilansir laman Daily Mail, karena kondisi ini, sekarang, Marnie mulai putus asa, dia pun memutuskan berbagi kisahnya dengan harapan bisa mendapatkan semangat hidupnya kembali.
Kondisi ini jadi cobaan berat Marnie dimulai 2013 ketika dia terbangun dengan tetesan darah di bantal.
Ibundanya Catherine, 43, ketakutan melihat putrinya keluar darah dari mata. Ia langsung membawa Marnie ke dokter. Meskipun telah dilakukan beberapa tes, dokter meyakini tidak ada penyebab yang dapat ditemukan.
Selama dua tahun berikutnya ia kembali diminta dokter untuk menjalani tes. Bahkan dokter meminta dia untuk mengubah dietnya, menghindari konsumsi makanan dari gula dan susu. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencari tahu apa yang menyebabkan gejala itu terjadi.
Tapi berangsur kondisinya terus memburuk, dan pada bulan Juli tahun lalu, dia terkejut saat bangun dengan darah merembes dari matanya lagi.
Tidak hanya keluar darah dari mata, tapi juga dari hidung, telinga dan kuku hingga lima kali sehari. Namun, dokter dari bidang apapun, tak ada yang bisa menemukan, penyakit apa yang diderita Marnie.
Marnie pun bercerita, ia berjuang untuk membuka matanya saat darah segar keluar. Hal ini menyebabkan keluarganya berteriak pertama kalinya itu terjadi pada tahun 2013.
Dalam beberapa minggu terakhir, dia juga mulai keluar berdarah dari lidah dan kulit kepalanya.
Marnie, dari Kota Stoke-on-Trent, dianggap satu-satunya orang di Inggris dengan penyakit yang memiliki gejala unik ini, menyebabkan dokter menjuluki dirinya 'The Mystery Girl'.
Mengingat saat dia terbangun dengan perdarahan matanya, Marnie mengatakan, "Air mata merah menetes dari mata kanan saya."
"Darah mengalir di wajah saya dan linu terasa di belakang mata."
"Saya merasa seperti saya di lantai bawah dan orangtua saya, kakak dan adik semua menjerit ketika mereka melihat saya. Adikku memanggil ambulans."
Halaman Selanjutnya
