Mitos dan Fakta Diabetes yang Wajib Diketahui
- REUTERS/Beawiharta
VoxPop.co.id – Masih banyak anggapan di masyarakat bahwa diabetes merupakan penyakit tidak serius. Karena itu, penanganannya pun tidak perlu serius. Padahal sebenarnya itu adalah pemahaman yang salah mengenai diabetes.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr. Sandra Utami Widyastuti, SpPD memaparkan sejumlah mitos yang tersebar di masyarakat, yang menjadi pemahaman salah tentang diabetes.
1. Diabetes bukan penyakit serius.
Faktanya, statistik angka kematian karena diabetes dan komplikasinya ternyata lebih dibandingkan angka kematian karena kanker payudara dan AIDS yang disatukan.
"Risiko serangan jantung, stroke, gangguan ginjal, dan mata jauh lebih tinggi dari pasien yang mengidap diabetes. Jadi, tidak ada dibetes yang ringan. Harus dikontrol untuk mencegah komplikasi," ujar Sandra saat media gathering di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis, 10 November.
2. Diabetes tidak selalu dapat dicegah
Untuk diabetes tipe 1 yang disebabkan kerusakan pankreas akibat autoimun, memang tidak pernah bisa diketahui siapa dan kapan akan terkena diabetes. Namun untuk diabetes tipe 2, risikonya dapat diturunkan sebanyak 58 persen melalui pola makan yang sehat dan olahraga. Meski ada faktor risiko yang tidak dapat dicegah, seperti keturunan, tapi itu masih dapat dicegah dengan gaya hidup sehat.
3. Pasien diabetes bisa merasakan gulanya tinggi atau rendah
Untuk gejala khasnya memang benar, gula darah tinggi atau rendah bisa dirasakan. Jika gula darah tinggi, dia akan merasa haus berlebihan, banyak buang air kecil, atau lemas. Bila gula rendah, dia akan keringat dingin, pusing, mual, dan lapar terus menerus. Namun, penderita tidak bisa merasakan apakah gula darahnya tinggi atau rendah.
"Banyak pasien saya yang datang begitu dicek gulanya sudah 400. Bahkan saking tingginya sampai tidak bisa terbaca. Karena itu penting untuk periksa gula darah secara mandiri," ujar Sandra.
4. Diabetes menurun secara menyilang
Faktanya, kata Sandra, orangtua yang mengidap diabetes bisa menurunkan risiko diabetes yang sama pada semua anaknya. Baik itu anak laki-laki atau perempuan, risikonya sama saja.
5. Diabetes ada tipe basah dan kering
