Sering Terpapar Matahari Bisa Cegah Risiko Rabun Jauh

Ilustrasi santai di luar rumah
Sumber :
  • REUTERS/Charles Platiau

VoxPop.co.id – Rabun jauh adalah kondisi mata yang menyebabkan objek yang dekat terlihat jelas sementara objek yang jauh terlihat kabur. Kondisi ini juga disebut dengan istilah miopia.

img_title Kapan Harus Periksa Mata ke Dokter? Ini 7 Tanda yang Jangan Diabaikan

Masalah ini, kini, mulai bayak diderita kaum muda. Namun, sebuah penelitian mengungkap, remaja dan orang dewasa muda yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar, cenderung memiliki risiko yang lebih rendah menderita rabun jauh di kemudian hari daripada mereka yang menghabiskan lebih sedikit waktu di luar.

Dalam penelitian diungkapkan, orang yang menghabiskan lebih banyak waktu terkena ultraviolet B radiasi (UVB), yang dihitung para peneliti berdasarkan paparan sinar matahari pada peserta antara usia 14 dan 39 tahun cenderung terhindar dari rabun pada 65 tahun daripada mereka yang menghabiskan waktu kurang terekspos radiasi UVB, seperti yang ditemukan para peneliti.

img_title Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Gejala Katarak yang Muncul Perlahan, Sering Dikira Mata Minus Biasa

"Peningkatan paparan UVB dikaitkan dengan penurunan miopia, terutama di masa remaja dan dewasa muda," tulis para peneliti dalam studi yang dipublikasikan baru-baru ini  dalam jurnal JAMA Ophthalmology.
Miopia adalah istilah yang digunakan dokter mata untuk rabun jauh, di mana orang bisa lebih jelas melihat benda-benda jika mereka lebih dekat.

Dilansir dari Live Science, dalam studi tersebut, para peneliti melihat 371 orang dengan rabun jauh dan 2.797 orang tanpa rabun jauh yang tinggal di berbagai lokasi di Eropa, termasuk Norwegia, Estonia, Prancis, Italia, Yunani, Spanyol dan Inggris. Orang-orang dalam penelitian ini  rata-rata berusia 65 tahun.

img_title Bukan Cuma Gadget, Ini Penyebab Mata Minus Bertambah yang Tak Boleh Disepelekan

Peneliti melatih penglihatan peserta, dan mengumpulkan sampel darah untuk memeriksa kadar vitamin D dalam darah mereka. Mereka melakukan itu karena penelitian sebelumnya telah mengaitkan konsentrasi yang lebih tinggi vitamin D dengan risiko yang lebih rendah dari rabun jauh.

Para peneliti ini juga mewawancarai para peserta, mereka ditanyai tidak hanya tentang tingkat pendidikan mereka, diet dan sejarah medis, tetapi juga tentang berapa banyak waktu yang telah dihabiskan di luar ruangan pada pukul 09.00-17.00 sejak mereka berusia 14 tahun sampai dengan usia mereka saat ini.

Para peneliti kemudian menggunakan informasi tentang sejarah peserta dari paparan sinar matahari dan lokasi geografis mereka untuk menghitung tingkat jenis panjang gelombang sinar matahari di luar ruangan, termasuk panjang gelombang UVB, orang-orang telah terkena.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut