Pertama Kalinya Dokter Mengedit Gen Manusia Hidup
- Pixabay/Herney
Sebagai bagian dari uji klinis, terapi ini telah melalui sejumlah uji coba keras agar prosesnya seaman mungkin. Misalnya, virus dibangun dalam cara tersendiri sehingga tidak bisa masuk sperma atau sel telur, dan karena itu tidak akan diturunkan kepada generasi berikutnya, jika pasien ingin memiliki anak.
Meski begitu, tidak ada jaminan terapi ini akan berhasil. Uji terapi gen di masa lalu justru berakhir dengan tragedi, di mana meski sudah memasukkan gen telah berhasil meringankan masalah, tapi gen itu juga terinjeksi ke bagian yang tidak dimaksudkan pada DNA yang mana menyebabkan bahaya.
Alat seperti nuklea jari seng dan Crispr menjanjikan hasil yang tidak mengulang kesalahan seperti sebelumnya.
Dilansir dari laman Quartz, tidak lebih dari 10.000 orang memiliki penyakit metabolik seperti Madeux. Karena, banyak yang tidak bertahan hidup hingga dewasa. Jika uji klinis ini berhasil, Sangamo berharap bisa mengobati anak-anak dengan kondisi ini.
Dengan demikian, perawatan ini bisa diberikan sebelum kerusakan besar terjadi pada tubuh. Keberhasilan ini juga bisa menjadi pendorong besar dalam dunia editing gen, sehingga membuka potensi untuk menyembuhkan penyakit yang masih belum bisa disembuhkan hingga sekarang.
