Produk Kopi Indonesia Panen Penghargaan di Ajang AVPA Gourmet 2018

Ilustrasi kopi/kopi hitam.
Sumber :
  • Pexels/Kaboompics/Karolina

Kompetisi yang diselenggarakan AVPA sepanjang bulan Oktober 2018 itu diikuti lebih dari 170 produsen kopi dari seluruh dunia. Selain Indonesia, peserta kompetisi juga datang dari Brasil, Kamerun, Kolombia, Kongo, Amerika Serikat (Hawaii), Gabon, El Salvador, Honduras, Kenya, Laos, Meksiko, Peru, Puerto Rico, Tanzania, Togo dan masih banyak lagi.

img_title Dirty Latte vs Mont Blanc, Mana Minuman Kopi Kekinian yang Lebih Tinggi Kalori?

Sebagai informasi, AVPA atau Agency for the Valorization of the Agricultural Products adalah organisasi di Prancis yang memiliki kepedulian membantu produsen produk pertanian dari seluruh dunia, utamanya untuk memasarkan produk mereka di Eropa. Tiap tahun, AVPA menggelar kompetisi ”Coffee roasted in their country of origin” untuk membantu pemasaran roasted coffee (kopi yang sudah disangrai) negara produsen di Eropa.

Dalam kompetisi AVPA, Indonesia adalah negara kedua yang mendapatkan penghargaan terbanyak, setelah Kolombia (25 penghargaan untuk 14 produsen). Penghargaan Gourmet dibagi menjadi empat kategori, yaitu Gold Gourmet, Silver Gourmet, Bronze Gourmet dan Simple Gourmet.

img_title Perkuat Logistik Komoditas Nasional, KBI Dorong Implementasi Gudang SRG Berbasis Rel

Dari 23 penghargaan untuk produk kopi Indonesia itu, tiga di antaranya memenangkan kategori Gold Gourmet, yakni Kopiku Tanah Air Kita - Papaku Manggarai (produsen dan roastery), Le Plein d'Sens - Kopi Luwak France, dan Kawi Mengani Bali - Sweet Honeydew.

Indonesia Salah Satu Eksportir Kopi terbesar di Dunia

img_title WITEX 2026 Dorong Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao Jawa Barat ke Pasar Global

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mencatat, Indonesia hingga saat ini masih menjadi salah satu negara eksportir kopi terbesar di dunia.

"Per tahun itu (produksi kopi Indonesia) sekitar 630 ribu ton. Pokoknya itu kopi secara keseluruhan. Belum yang exportable. Biasanya yang exportable itu 430 ribu atau 450 ribu ton. Sisanya sekitar 160 ribu sampai 170 ribu ton lah untuk konsumsi dalam negeri," ujar Wakil Ketua AEKI Pranoto Soenarto.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kopi nasional pada 2017 tumbuh 12,56 persen menjadi 464 ribu ton dari tahun sebelumnya.

Adapun total nilai ekspornya pun cukup fantastis. Per tahunnya, total ekspor yang berasal dari industri kopi sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun (mengacu kurs Rp14.000 per USD). Total nilai ekspor tersebut tidak selalu sama dan bisa berubah-ubah, tergantung bagaimana harga kopi di pasar dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut