Mengenal Kopi Endemik dan Bendera Belanda di Biting Manggarai Timur

Biji kopi juria setelah disangrai
Sumber :
  • VoxPop/ Jo Kenaru/ Manggarai Timur-NTT

Kampe demikian nama bapak itu, lantas mengumpulkan biji-bijian itu dan lekas memperlihatkan temuannya kepada pemangku adat. Tapi tak satupun dari tetua adat yang mengenal nama biji-bijian itu. Empat pemangku adat Biting kemudian mengecek pohon yang berbuah lebat itu.

img_title Dirty Latte vs Mont Blanc, Mana Minuman Kopi Kekinian yang Lebih Tinggi Kalori?

Photo :
  • VoxPop/ Jo Kenaru/ Manggarai Timur-NTT

Kampe kemudian disuruh untuk membawa biji-bijian yang kulitnya terasa manis itu kepada otoritas Kesultanan Bima di Reok. Dari pihak kesultanan barulah diketahui bahwa biji-bijian itu bernama kopi yang biasa diminum. Dalam bahasa Bima disebut kahawa.

img_title Perkuat Logistik Komoditas Nasional, KBI Dorong Implementasi Gudang SRG Berbasis Rel

Karena sudah pasti biji-biji itu adalah kopi dan merupakan minuman di lingkungan kesultanan membuat petinggi kampung Biting langsung menamai tanaman itu Kopi Manggarai.

“Itu kopi ditemukan persis di samping kayu Uwu dekat rumah adat oleh leluhur kami, bernama Kampe sekitar tahun 1930an,” cerita Benediktus kepada VoxPop, Senin 24 Mei 2021.

img_title WITEX 2026 Dorong Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao Jawa Barat ke Pasar Global

Seiring berjalannya waktu, Kopi Manggarai yang berasal dari satu pohon tidak lama berkembang pesat di Biting hingga ke kampung-kampung terdekat. “Dari satu pohon itu menjadi banyak pohon kopi. Karena dulu kopi tak ada harganya, kopi Manggarai kami bawa ke Reok untuk ditukarkan dengan garam dan ikan kering,” kenangnya.

Jika ditarik ke belakang usia kopi Manggarai Biting telah berumur 91 tahun.

Hadiah Bendera Belanda

Pemerintah Belanda pada saat itu terkagum-kagum dengan aroma dan cita rasa Kopi Manggarai. Belanda lalu mengumpulkan petani kopi dan menggelar sayembara. Itu di tahun 1937. Yang  panen terbanyak keluar sebagai juara.

Disampaikan Benediktus Taluk, pemerintahan Kolonial Belanda bersama para pemangku adat saat bersepakat Kopi Manggarai harus dikembangkan di semua wilayah Gelarang Colol.

Tahun 1937 pemerintah Belanda menggelar sayembara nasional kopi bertajuk ”Pertandingan Keboen”.

“Dari hasil penilaian Belanda bahwa kampung kami (Biting) yang terbaik maka kami mendapat hadiah bendera negara Belanda melalui lopo (bapak) Bernadus Odjong salah satu tokoh pengembang kopi Manggarai,” kisahnya.

Bendera Belanda itu sambungnya, disimpan dalam wadah bambu khusus di rumah Aloysius Lesin (48) di Kampung Biting. Aloysius adalah putra Bernadus Odjong yang meninggal tahun 1987. “Bendera Belanda merupakan saksi bisu, bahwa Biting yang pertama mengembangkan kopi. Pohon Uwu dan lahan yang ikut perlombaan masih ada. Artinya yang lain-lain dari belakang,” klaim Benediktus.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut