Cerita di Balik Secangkir Teh Putih

Minum teh panas.
Sumber :
  • Pexels/Nikolay Osmachko

Proses pengeringan tersebut, bagi Ratna yang rutin mengadakan tea class di sejumlah tempat, bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam daun teh putih. Namun, karena butuh perlakuan khusus, maka suhunya tidak boleh kelewat tinggi karena bisa merusak kandungan didalamnya.

img_title Budaya Afternoon Tea Makin Populer di Indonesia, Ini 9 Varian Teh Favorit Bangsawan Inggris

"Intinya buat mengeringkan teh dan mengurangi kadar airnya saja, tetapi tidak boleh terkena panas terlalu tinggi. Berbeda dengan green tea dan black tea yang menempuh beberapa kali proses pemanasan sampai suhu 100 derajat Celsius dalam proses produksinya," kata Ratna menambahkan.

Bukan hanya pihak produsen saja yang harus ekstra hati-hati, tapi juga para penikmat teh putih itu sendiri. Bagaimana tidak, ia memiliki takaran seduh pada suhu dan durasi tertentu. Bila diabaikan, maka cita rasa yang sesungguhnya dari teh putih tak dapat dirasakan penikmatnya, dan rasanya akan biasa saja di mulut.

img_title Perpaduan Teh dan Jahe Bisa Turunkan Berat Badan Secara Signifikan?

"Teh putih diseduh dengan suhu 70-80 derajat Celsius, tidak boleh terlalu panas, kira-kira butuh waktu sekitar tiga hingga lima menit. Memang lebih lama dari menyeduh teh hijau karena teh putih dibuat dari pucuk daun yang masih belum membuka dan itu sangat alami, sehingga butuh waktu ekstra agar bisa mengeluarkan aroma dan rasanya," ucap Ratna.

Khasiat, cita rasa, hingga perlakuan yang eksklusif, ternyata dibarengi juga dengan harga yang serupa. Konon, membeli teh putih satu kilogram saja bisa menghabiskan dana mencapai jutaan rupiah. Tentu, hal ini bukan tanpa alasan.

img_title Café Brasserie Expo 2025: Tren Rasa dan Gaya Hidup dalam Satu Destinasi

Harga Selangit

Harga teh putih Indonesia termurah dibanderol Rp1,5 juta per satu kilogram. Itu pun bisa lebih mahal lagi, tergantung kondisi iklim dan hal-hal lainnya. Nilai tersebut masih tergolong lebih rendah, bila dibandingkan dengan harga teh putih di luar negeri.

"Kalau teh putih dari China bisa mencapai Rp3 hingga Rp10 juta per kilogramnya," ujar Ratna.

Harga yang terbilang fantastis itu, konon diperhitungkan berdasarkan pola panennya yang selektif. Memilih pucuknya saja tidak bisa sembarangan, karena butuh kriteria yang tepat agar kualitasnya terjaga.

"Proses pengolahan teh putih sendiri sebetulnya tidak rumit, namun karena ia hanya dibuat dari pucuk daun teh yang belum membuka saja. Ditambah dari satu hektar lahan, hanya 1-2 persen dari produksi daun teh saja yang bisa dibuat menjadi teh putih," kata Ratna, menjelaskan salah satu faktor mengapa teh putih begitu mahal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut