Menambah Banyak Kawan Lewat Kedai Kopi
- VoxPop.co.id/ Rintan Puspitasari
VoxPop.co.id – Selayaknya sahabat...kopi tidak akan berpura-pura menjadi manis. Kata-kata ini langsung menarik perhatian begitu masuk ke kedai kopi yang berlokasi di salah satu tujuan paling hits anak muda Jakarta, Tebet.
Tak seperti kedai kopi yang terlihat mewah dan eksklusif lainnya yang kini semakin menjamur di Ibu Kota. Kedai kopi yang baru buka sekitar delapan bulan lalu ini, sepintas dari depan terlihat sederhana, dengan hanya beberapa tempat duduk tersedia. Konsep seperti ini ternyata memang sengaja diciptakan oleh si pemilik, agar orang tidak merasa segan untuk masuk.
Saat pertama masuk ke kedai ini, sama seperti tempat baru lainnya, kita pasti bingung dibuatnya, apa yang pertama harus dilakukan. Tapi di sini, kamu akan disambut layaknya pertama berkenalan dengan teman baru. Setiap karyawan, bahkan pemilik di sana akan sangat senang hati menghampiri, menyapa pelanggan mereka, memperkenalkan diri, hingga ngobrol.
Sama seperti namanya, KopiSob, rupanya tempat ini awalnya dibuat karena hobi nongkrong. "Nama KopiSob rumusan kita, karena memang dasarnya kita suka nongkrong. Jadi dulu awalnya, dari 2007 suka tanya mau kemana, mau kemana,'kopisob, kopisob' (kopi yuk teman)," ujar Reza Adam Ferdian kepada VoxPop.co.id, di Tebet, Jakarta Selatan, 5 Januari 2017.
Berawal dari teman kantor, akhirnya Reza dan Ega mendirikan tempat ini, bersama Inta, istri dari Reza. Ketiganya memiliki fungsi masing-masing, Reza sebagai barista, Ega sebagai coffee roaster, dan Inta sebagai administrasi dan yang mempromosikan melalui media sosial.
Pada dasarnya, sama seperti kedai kopi pada umumnya, jenis kopi yang disajikan juga akan ditemui di kedai kopi lainnya. Tapi, istimewanya, karena kopi di sini di roasting sendiri. "Kami roasting sendiri, jadi bisa kontrol sendiri, apa yang kita coba cari untuk kata 'customer satisfaction' bisa lebih dimonitor," kata Reza.
"Kita percaya setiap kedai kopi punya pangsa pasar sendiri, karena kopi itu selera. Selama kita berusaha mendapat apa yang jadi selera customer, itu yang bisa bikin survive," ujarnya menambahkan.
