Mengapa Ayam Goreng Tepung Lezat? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- Food Beast
VoxPop.co.id – Mengapa ayam goreng tepung bisa sebegitu lezat hingga tak ada yang sanggup menolaknya? Alasannya, ada pada 'tarian' lembut lemak di suhu yang sangat tinggi saat ayam sedang digoreng. Dengan kata lain, proses kimia.
Demikian seperti dilansir dari laman Food Beast, Kamis 20 Juli 2017. Melalui video yang diunggah Reactions di YouTube, dijelaskan proses kimia yang menjadi alasan di balik kelezatan sepotong ayam goreng tepung.
Untuk membuatnya, Anda membutuhkan adonan tepung yang akan menghasilkan tekstur renyah dengan rasa yang asin dan gurih. Perlu diketahui bahwa kualitas ayam goreng tepung tergantung pada proses kimia yang dihasilkan saat menggoreng.
Deep frying berarti menenggelamkan makanan ke dalam minyak panas hingga seluruh permukaannya terendam minyak. Suhu minyak yang Anda gunakan untuk menggoreng harus tepat, yakni antara 150-190 derajat Celsius.
Ayam harus dimarinasi terlebih dahulu lau baru dibaluri tepung. Anda juga harus memilih minyak goreng yang tepat. Minyak canola, minyak sayur dan minyak kacang adalah beberapa pilihan terbaik karena memiliki rasa yang netral, dan dapat mencapai suhu tinggi tanpa menghasilkan asap.
Layaknya semua minyak masak, minyak-minyak ini mengandung trigliserida, molekul besar yang terbentuk dari gliserol dan tiga rantai asam lemak. Trigliserida sendiri adalah komponen utama dari lemak tubuh.
Setelah ayam dimasukkan ke dalam minyak, minyak yang tidak begitu padat akan naik ke permukaan minyak dan bagian minyak yang dingin akan tenggelam ke dasar penggorengan, menciptakan sirkulasi panas yang konstan dan seimbang di permukaan daging ayam, yang disebut dengan konveksi.
Suhu panas itu lantas menembus ke bagian tengah daging ayam untuk memasak bagian daging yang mentah. Proses ini disebut dengan konduksi.
Setelah beberapa detik, Anda akan melihat munculnya gelembung-gelembung di permukaan daging ayam. Percaya atau tidak, itu bukanlah minyak yang sedang mendidih. Gelembung-gelembung itu ada karena uap dari air mendidih yang keluar dari daging ayam.
Gelembung-gelembung tersebut menciptakan pelindung uap penting yang mampu mencegah ayam menyerap terlalu banyak minyak, yang pada akhirnya mampu menjaga teksturnya semakin renyah.
