Menjajal Kuliner Sego Sangit Sambal Kopi di Lereng Gunung
- VoxPop/Juna Sanbawa
Untuk ayam panggangnya, pria yang sempat beberapa kali beralih profesi ini memasaknya terlebih dahulu selama sehari semalam. Sehingga, bumbu rempah mampu merasuk hingga daging terdalam.
“Ayamnya kita ungkep dulu semalaman, baru kita panggang, tidak alot tapi tekstur dagingnya masih terjaga,” paparnya.
Menu unik yang dijualnya seharga Rp35 ribu per-porsi ini bukan tiba-tiba muncul begitu saja. Pria asal Kebumen ini mengakui, sambal kopi buatannya ini hasil eksperimen berbulan-bulan. Uji coba ini mengembangkan resep keluarganya, di mana membuat sambal dengan berbagai bahan termasuk kopi.
Kemudian, Jemi mencari komposisi terbaik agar sambal ini memiliki citarasa khas tanpa ada bahan yang mendominasi rasa. Sambal kopi buatannya ini berwarna kehitaman seperti sambal terasi, rasa pedas dengan aroma kopi yang lembut memberikan sensasi unik di lidah.
“Hampir enam bulan saya coba baru bisa dapat komposisi yang pas, sambal (kopi) ini saya kembangkan dari racikan ibu saya di Kebumen dulu,” sebut suami Koesmiyati ini.
Menyantap Sega Sangit Sambal Kopi akan lengkap jika ditutup dengan minum Wedang Ereng Ereng. Minuman khas dengan rempah-rempah dan irisan pisang ini disajikan dengan diseduh.
Berbeda dengan wedang uwuh, minuman rempah ini tidak terlalu banyak komposisi yang disajikan sehingga hangat rempahnya terasa lembut ditenggorokan. Irisan pisang di dasar gelas menjadi seperti kudapan dengan rasa segar buah-buahan.
“Suasana di lereng perbukitan ini sering memiliki hawa dingin, jadi minuman ini sebagai penghangat,” ujarnya.
