Makna 'Kartini' Zaman Now Versi Shahnaz Haque

Shahnaz Haque dan Gilang Ramadhan
Sumber :
  • instagram

VoxPop – Berpuluh tahun lalu, sosok Kartini memperjuangkan bagaimana agar perempuan bisa setara dengan laki-laki. Perempuan pada masa itu mengalami diskriminasi, mereka tidak boleh bersekolah dan hanya diperbolehkan mengurusi urusan dapur.

img_title Membaca Perempuan Lewat Kain, Warna dan Keheningan

Kini banyak perempuan yang bisa mengenyam pendidikan tinggi dan memiliki karier yang bagus.  Beberapa tahun belakangan ini, perempuan bisa setara dengan pria, hal ini terlihat banyaknya perempuan yang memiliki jabatan tinggi di beberapa perusahaan ternama.

Beberapa pekerjaan yang dulunya hanya dilakukan pria kini bisa dilakukan oleh wanita misalnya saja pramudi bus. Semangat Kartini juga terasa bagi presenter kenamaan Shahnaz Haque. 

img_title Lebih dari Sekadar Surat, Tembang Alit Kartini Ungkap Sisi Lain RA Kartini sebagai Promotor Seni Dunia

Shahnaz adalah duta UNICEF yang berkampanye menekankan angka kematian anak akibat campak pada 2006. Dia juga pernah menjadi Ambassador for the Child Labour yang berkampanye untuk membantu mengurangi pekerja anak di bawah koordinasi ILO/IPEC.

Shahnaz juga mendirikan sebuah perusahaan bersama dengan teman-temannya. Selain sibuk menjadi wanita karier, ibu dari tiga anak ini pun berhasil mengantarkan putri pertama dan keduanya menjadi seorang atlet.

img_title Kisah Mak Netty Usia di Atas 50 Tahun Jadi Driver Ojol, Benar-benar Cerminan Kartini Masa Kini

Anak pertamanya adalah atlet softball yang kini tinggal di Kanada. Sedangkan anak keduanya akan menempuh pendidikan sekolah berkuda di kawasan Banten Jawa Barat.

Bukan hanya dia, banyak perempuan-perempuan di luar sana yang juga memiliki prestasi gemilang namun tetap bisa seimbang dalam mengurus rumah tangganya, dan bisa mewakili Kartini masa kini. 

Shahnaz yang ditemui di Plaza Indonesia, Kamis sore lalu menyebut bahwa semakin banyaknya perempuan yang menduduki posisi penting saat ini, tidak lain karena adanya peran pria yang bukan hanya suami tetapi juga ayah, kakak dan adik laki-lakinya yang memberikan kesempatan kepada perempuan untuk bisa maju. 

"Perempuan bisa maju kalau laki-laki kasih kesempatan kalau enggak kasih kesempatan sudah lah. Kita hidup di Asia yang semuanya terkait kita tidak tinggal di Eropa, Amerika yang setiap keluarga masing-masing aja, kalau ini kan culturenya pembicaraan itu kan menjaga perasaan. Selama perempuan bisa menjaga diri dan menjaga kodratnya bagaimana bersikap maka saya rasa ini adalah tahun-tahun yang luar biasa untuk bisa berkaraya," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut