Hati-hati, Risiko Ini Mengintai Jika Ibu Hamil Kurang Minum
- U-Report
VoxPop – Air memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh, tak terkecuali bagi ibu di masa kehamilan. Namun faktanya, 2 dari 5 ibu hamil di Indonesia tercatat belum tercukupi kebutuhan minum hariannya.
Data tersebut menunjukkan, pemenuhan kebutuhan hidrasi atau air minum bagi ibu di masa kehamilan masih seringkali terlupakan. Padahal menjaga asupan nutrisi selama kehamilan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang dan mencegah berbagai risiko yang dapat terjadi terhadap kehamilannya.
Hal senada juga disampaikan oleh Guru Besar FEMA IPB University, Prof. Dr. Hardinsyah MS. Dia mengatakan, berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan status gizi dan derajat kesehatan ibu hamil. Bagaimana caranya?
"Yaitu dengan mencegah terjadinya masalah gizi yang dapat terjadi, seperti anemia, defisiensi gizi mikro, kurang energi kronik, ataupun kekurangan asupan hidrasi merupakan investasi yang penting," ujarnya saat webinar Pergizi Pangan Seri 57 dengan tema 'Pentingkah Pemenuhan Asupan Air Selama Kehamilan?' yang digelar Rabu, 11 Agustus 2021.
Pada kesempatan yang sama, Ahli Penyakit Ginjal dan Hipertensi Siloam Hospital Tangerang, Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar SpPD KGH menjelaskan, pada awal kehamilan terjadi penurunan osmolalitas plasma yang mengakibatkan penurunan rasa haus dan sekresi hormon antidiuretik.
Di sisi lain, studi mengenai keseimbangan cairan pada kehamilan, menunjukkan bahwa wanita yang sedang hamil membutuhkan cairan ekstra dikarenakan perubahan kondisi fisiologis dan pertumbuhan janin.
"Kebutuhan cairan akan sangat tergantung pada asupan energi, yaitu sebesar 1-1,5 mL cairan untuk setiap kilokalori asupan energi. Pada masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan energi rata-rata 300 kkal/hari. Oleh karena itu, ibu hamil setidaknya memerlukan tambahan asupan air hingga 40 persen pada trimester kedua dan ketiga masa kehamilan," terang dia.
Prof. Parlindungan menambahkan, kurangnya konsumsi air selama masa kehamilan dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan, karena memengaruhi pencernaan, penyerapan, metabolisme, dan suhu tubuh.
"Beberapa penelitian mengungkapkan, perbaikan status hidrasi ibu hamil turut memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Status kecukupan hidrasi juga akan berpengaruh pada volume cairan amnion atau ketuban yang akan memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya dan mencegah terjadinya oligohidramnion," kata dia.
