Miris, Perokok Pasif Berdampak pada Kemandulan
- Pixabay/karosieben
VoxPop – Merokok tidak hanya menyebabkan kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan reproduksi Anda. Pakar memperingati bahwa dampak jangka panjangnya bisa memengaruhi kualitas sperma serta kesehatan rahim.
Dikutip dari laman The Health Site, Selasa, 31 Mei 2022, penggunaan tembakau dikaitkan dengan disfungsi ereksi, jumlah sperma rendah pada pria, infertilitas, kehamilan ektopik, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, aborsi spontan, serta keguguran. Jadi, jika Anda merokok, sudah saatnya Anda berhenti untuk melindungi kesehatan reproduksi Anda.
Kaitan Rokok dan kesehatan reproduksi
Ilustrasi Rokok
- U-Report
Merokok memiliki efek negatif pada pria dan wanita. Itu bisa membuat pasangan sulit untuk hamil.
Dr Karishma Dafle, Konsultan Kesuburan, Nova IVF Fertility, Pune, mengatakan bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan reproduksi seseorang. Pria yang merokok cenderung merusak DNA dalam spermanya dan ini dapat menyebabkan kesuburan.
"Merokok dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi ( DE), yaitu ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dan mempengaruhi reproduksi, mengganggu fungsi normal ovarium, mengurangi jumlah sel telur matang yang dapat dibuahi dengan mengurangi jumlah sel telur, pada wanita. Wanita perokok cenderung masuk menopause lebih awal," tuturnya.
"Racun dalam rokok berdampak pada seluruh tubuh bersama dengan sistem reproduksi," tambah Dr. Preethika Shetty, Konsultan Obstetrician & Ginekolog, Rumah Sakit Ibu, Kharadi.
Dokter Shetty melanjutkan, merokok mengurangi kualitas air mani termasuk volume air mani, kepadatan sperma, motilitas, dan kelangsungan hidup. Dengan demikian, sperma tidak dapat membuahi sel telur. Bahan kimia (seperti nikotin, sianida, dan karbon monoksida) dalam rokok mempercepat tingkat kehilangan telur.
"Tingkat infertilitas tinggi pada perokok jika dibandingkan dengan bukan perokok. Wanita yang merokok berat dalam jangka waktu lama diketahui memiliki sistem kekebalan yang lemah. Mereka lebih rentan terhadap stroke dan serangan jantung daripada pria. Kesulitan dalam hamil, kualitas buruk telur wanita, kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah, serangan jantung dan penyakit paru-paru yang memperumit proses kehamilan dan persalinan, dan gejala penarikan selama kehamilan," bebernya.
