Risiko Penyakit Kronis Intai Anak Stunting, Jangan Abai Ukur Tinggi Badan Rutin

Gerakan Nasional Indonesia Bebas Stunting 2030
Sumber :
  • istimewa

VoxPop Parenting – Stunting merupakan kondisi ketika balita memiliki tinggi badan di bawah rata-rata akibat asupan gizi yang didapatkan dalam waktu panjang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Masalah ini tidak bisa dianggap sebelah mata sebab berpotensi memperlambat perkembangan otak anak dan meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari, seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.

img_title Bos BGN Sebut Program MBG Jadi Prioritas di Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

"Risiko terkena penyakit kronis tinggi. Anak stunting memiliki probabilitas kematian tiga kali lipat akibat penyakit," ujar Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, drg. Widyawati dalam konferensi pers virtual Herbalife Indonesia. Scroll untuk simak selengkapnya.

Menurutnya, sebagai salah satu masalah kesehatan nasional, stunting perlu mendapatkan perhatian dan penanganan khusus dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta hingga tingkat keluarga. Intervensi yang diberikan mulai dari edukasi hingga pentingnya akses air bersih.

img_title Viral! Kekasih Lamine Yamal Dikritik Usai Video Unggahan Ulangnya Soal Kehamilan di TikTok, Ada Apa?

“Kementerian Kesehatan berfokus pada intervensi spesifik penurunan stunting, termasuk perbaikan fasilitas sanitasi, edukasi kesehatan, serta dukungan gizi," ujar drg. Wiwid, sapaan akrabnya, 

Lebih dalam, intervensi diberikan mulai dari semua sekolah dan pesantren setingkat SMP dan SMA melaksanakan aksi bergizi. Selain itu, dianjurkan agar ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali dan posyandu mampu melakukan pemantauan pertumbuhan setiap bulan.

img_title Dampak Stunting pada Anak, Bisa Memengaruhi Perkembangan Otak

"Diharapkan semua kader dari Kemenkes mampu mendeteksi balita dengan perlambatan pertumbuhan, serta pesan ABCDE dapat disebarluaskan sehingga masyarakat lebih paham bagaimana mencegah stunting,” kata Widyawati.

Ilustrasi balita

Photo :
  • Pixabay/techlec

Intervensi Kementerian Kesehatan difokuskan untuk mencegah stunting pada “pesan tematik ABCDE”. Dimulai dengan A merujuk pada Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri seminggu sekali dan Ibu hamil setiap hari minimal 90 tablet selama kehamilan.

Lalu huruf B, merujuk pada Bumil teratur periksa kehamilan minimal enam kali. Kemudian, Cukupi konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia diatas enam bulan. Lalu, Datang ke posyandu setiap bulan untuk pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke posyandu setiap bulan.

"Dan Ekskusif ASI 6 bulan dilanjutkan hingga usia 2 tahun," ujar Wiwid.

Percepatan penurunan stunting merupakan prioritas nasional dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan Herbalife Nutrition sangat bangga dapat memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memerangi stunting di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut