Anak Sulit Makan? Bisa Jadi Karena Hal Ini

Ilustrasi anak tidak mau makan.
Sumber :
  • Ist.

JAKARTA- Ada berbagai masalah yang sering dialami orang tua dalam memberikan makan anak mereka. Mulai dari penolakan makan, waktu makan yang terlalu lama hingga ketakutan bahkan ketika makanan baru disuguhkan. 

img_title Gegara Ajak Anak Dibawah Umur Promosikan Liquid Vape, Bigmo Kembali Berurusan dengan Polisi

Masalah ini umum dialami orang tua di Indonesia, bahkan di berbagai negara lain. Tentu ini menyulitkan orang tua dan berpotensi menjadi masalah karena di masa-masa pertumbuhan, banyak zat gizi yang dibutuhkan anak. Scroll lebih lanjut ya.

Masalah makan sendiri bisa disebabkan faktor lingkungan, perilaku atau psikologis/behaviour anak,   atau   bisa   juga   disebabkan   gangguan   organik   seperti gangguan saluran cerna. 

img_title Komdigi Tegur YouTube Imbas Bigmo Promosikan Vape Libatkan Anak di Bawah Umur

Dari perspektif gastrohepatologi, feeding di?culties bisa jadi disebabkan gangguan pada pencernaan sehingga memengaruhi nafsu makan anak dan rutinitas makan sehari-hari. 

img_title Bigmo Promosi Vape ke Anak di Bawah Umur, Sahroni: Harus Ditangkap!

Beberapa gangguan pencernaan yang menyebabkan ketidaknyamanan anak saat makan dan membuat anak enggan makan yakni diare, muntah, sakit perut, demam, gastroesophageal reflux disease (GERD), intoleransi laktosa, atau gangguan gastrointestinal lainnya. 

Selain memengaruhi nafsu makan anak, gangguan-gangguan tersebut juga dapat membuat kesan tidak menyenangkan pada anak sehingga anak memiliki rasa takut ketika makan.

Pakar Gastrohepatologi,  Prof. dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), Ph.D, menjelaskan masalah makan pada anak perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada terganggunya pertumbuhan. 

“Konsumsi zat nutrisi yang tidak optimal, perkembangan juga terganggu, dan mempengaruhi emosinya,” ungkap Prof. Hegar, dalam press conference, Selasa 18 Juli 2023.

Ilustrasi makanan bernutrisi

Photo :
  • Food Beast

Lebih lanjut diungkap Hegar, kejadian masalah makan pada anak bervariasi bergantung istilah dan umur yang digunakan, secara umum berkisar 20-70 persen pada anak usia di bawah 5 tahun. Meskipun sebagaian besar disebabkan non organik, sebagai dokter dan orang tua perlu mewaspadai adanya alarm symptoms penyakit organik pada 20-30% anak dengan masalah makan.

Sementara itu, ada beberapa kelainan organik yang menyebabkan masalah makan pada anak. Pertama, gangguan saluran cerna penyakit refluks gastroesofagus (PRGE), kolik infantil, infeksi saluran cerna. Kedua,alergi makanan terutama terhadap protein susu sapi, atau bahan makanan lainnya seperti gluten pada penyakit seliak. 

Ketiga, gangguan perkembangan motorik dan sensorik juga memengaruhi kemauan makan, kesulitan mengunyah dan menelan makanan. Sebaiknya secara berkala kita mengevaluasi kemungkinan adanya kelainan organik pada anak yang belum memberikan respon terhadap tata laksana yang diberikan, minimal setiap 3 bulan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut