Bunda, Jangan Panik! Ini Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Ilustrasi anak tak mau makan, anak menangis
Sumber :
  • Unsplash

JAKARTA  - Mengenalkan pola makan sehat pada anak dan balita rupanya sudah bisa dibangun sejak dini lohh..! Jika sudah dibiasakan sejak kecil, anak akan terbiasa menerapkan pola makan sehat hingga nanti ia dewasa. Perlu diketahui ada banyak manfaat yang bisa diperoleh bila menerapkan pola makan sehat untuk balita. Salah satunya adalah mendukung tumbuh kembang dan dapat mencegah balita mengalami kekurangan gizi, obesitas, atau gangguan kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan mereka mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan dalam porsi yang disesuaikan.

img_title Atur Pola Makan dan Konsumsi Makanan ini, Seketika Perut Buncit Kembali Rata

Tapi, bukan hal yang mudah menerapkan pola makan sehat pada si kecil. Dikutip laman Puspa Jakarta ada tips yang bisa dilakukan untuk menerapkan kebiasaan pola makan sehat sejak dini. Berikut tipsnya:

1. Ciptakan pola makan teratur
Pola makan sehat balita tak hanya perlu memperhatikan jenis nutrisi yang terkandung di dalam makanan, tetapi juga keteraturan waktu makan. Biasakan balita makan teratur sesuai jadwal. Misalnya, sarapan antara pukul 06.00-07.00, makan siang antara pukul 12.00-13.00, dan makan malam antara pukul 18.00-19.00.

img_title Ayah dari Balita Korban Penganiayaan Hingga Tewas di Bekasi Mengira Anaknya Jatuh di Kamar Mandi

2. Berika dua kali makanan selingan
Selain 3 kali makanan utama, balita juga perlu makanan selingan sebanyak 2 kali. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian balita. Posri makanan selingan tentu tidak lebih banyak dari makanan utama.

3.Berikan beberapa pantangan
Agar nutrisi balita bisa terpenuhi dengan baik, sebaiknya berikan beberapa pantangan untuk si kecil. Makanan dan minuman yang mengandung lemak jahat, tinggi gula, dan tinggi garam sebaiknya dibatasi konsumsinya. 

img_title Balita Korban Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Usai Dirawat Kritis

Penurunan Nafsu Makan

Jika kebiasaan di atas sudah diterapkan, namun si kecil mengalami penurunan atau kehilangan minat pada makanan, ayah bunda jangan langsung panik. Orang tua di Indonesia tak jarang menemukan kenyataan buah hatinya mengalami kehilangan atau penurunan minat pada makanan. Perubahan minat ini sering terjadi pada anak karena berbagai faktor mulai faktor fisik, psikologis, dan sosial. 

Tidak cuma di Indonesia, hal ini terjadi juga di negara-negara lain. dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals menjelaskan, kehilangan atau penurunan nafsu makan pada anak umumnya bersifat sementara. Meskipun demikian, orang tua tetap harus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, mulai dari pencatatan berat dan tinggi badan, serta perkembangan umum anak. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut