Orangtua Harus Waspada! Ini Gejala Diabetes pada Anak
- pixel-shot.com dari Freepik
Jakarta, VoxPop – Kendalikan diabetes melitus tipe 1 pada anak dengan pemberian insulin, pemantauan gula darah, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan edukasi. Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang kejadiannya semakin meningkat di seluruh dunia, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak.
Penyakit ini ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula dalam darah akibat gangguan produksi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Untuk itu, kenali DM lebih jauh agar Anda dapat
mewaspadainya.
Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.)
- RS Pondok Indah
Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.)
Menurut Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi RS Pondok Indah, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.) mengatakan, berdasarkan penyebabnya, DM dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain, dan DM pada kehamilan (diabetes gestasional).
"Pada anak-anak, yang paling sering terjadi adalah DM tipe 1, di mana terjadi kekurangan insulin absolut dalam tubuh akibat rusaknya sel kelenjar pankreas oleh proses autoimun (suatu keadaan di mana sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan sehingga mengganggap sel tubuh/pankreas sebagai benda asing dan menghancurkannya). Kerusakan pankreas yang terjadi umumnya baru menimbulkan gejala setelah mencapai 90 persen atau lebih," jelas dr Aman lewat rilis yang diterima VoxPop.
Masalah utama yang terjadi di Indonesia adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat bahkan tenaga kesehatan bahwa DM dapat terjadi pada anak, sehingga kasus DM pada anak sering terabaikan.
"Sebagian besar penyandang DM tipe 1 baru terdiagnosis setelah mengalami ketoasidosis diabetikum (KAD). Sebagian lainnya tidak terdiagnosis, atau salah didiagnosis pada saat pertama kali berobat ke
fasilitas kesehatan," terang dr Aman lagi.
Data tahun 2022 dari International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan, terdapat 1,2 juta penderita DM tipe 1 pada anak berusia kurang dari 19 tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, tercatat
150 kasus angka kejadian DM tipe 1 pada tahun 2009. Dalam lima tahun terakhir, jumlah penderita ini telah meningkat lebih dari 500 persen, dan angka kejadiannya mencapai sebanyak 1.462 kasus pada tahun 2024.
