Anak Suka Makan Sambil Main Gadget Bisa Berdampak Buru, Gimana Kalau Sudah Terlanjur?
- unsplash
Jakarta, VoxPop – Pemberian gadget pada anak yang mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut) dapat berdampak negatif pada pola makan dan perkembangan mereka. Meskipun penggunaan gadget seringkali dianggap efektif untuk mengalihkan perhatian anak agar mau makan, hal ini justru bisa memperburuk kebiasaan makan mereka.
Anak cenderung tidak menyadari jumlah makanan yang dikonsumsi karena terlalu fokus pada layar, sehingga mengganggu kemampuan mereka mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami. Scroll untuk tahu info lengkapnya, yuk!
Tidak sedikit orangtua yang kini memanfaatkan kecanggihan gadget untuk merayu anak agar mau makan atau beraktivitas. Meski sebagai hiburan, namun penggunaan gadget berlebih terutama saat makan sangat tidak disarankan.
Dokter Spesialis Anak menyarankan agar tidak mudah membiarkan anak makan sambil bermain gadget, nonton film, atau bermain game. Hal itu justru membuat anak-anak mengalami mindless eating, yakni kondisi di mana kebiasaan makan tanpa kesadaran penuh atau tanpa memerhatikan apa dan seberapa banyak yang dikonsumsi.
"Jadi fokus tanpa screen, tanpa gadget, tanpa smartphone. Jangan langsung instan keluarkan HP karena itu yang terjadi adalah anak jadinya mindless eating. Bahkan itu ngunyahnya juga ngasal biasanya karena dia terlalu fokus ke satu hal, yaitu tontonannya. Dia nggak lagi fokus kenal dengan tekstur, dia nggak kenal dengan rasa, dia nggak kenal dengan apapun screen time itu jadi jauh lebih menarik buat dia dibandingkan dengan proses makan," terang Dokter Spesialis Anak dr. Dimple Nagrani, Sp.A, BMedSc, dalam acara konferensi pers SUN Ajak Ibu Lawan GTM dengan Metode GLM, di Jakarta, Selasa 18 Februari 2025.
konferensi pers SUN Ajak Ibu Lawan GTM dengan Metode GLM
- VoxPop.co.id/Rizkya Fajarani Bahar
Membiasakan anak makan sambil bermain gadget saat kecil akan berdampak buruk pada masa pertumbuhan hingga masa depannya. Ketergantungan pada gadget saat makan dapat memengaruhi interaksi sosial dan mengurangi kesempatan anak untuk belajar menikmati makanan dengan lebih sadar dan penuh perhatian.
Misalnya ketika sudah harus bersekolah, anak-anak akan kesulitan menikmati makan siangnya di sekolah karena larangan menggunakan ponsel.
