Bun Jangan Sepelekan Kurang Tidur, Bisa Ganggu Imunitas Hingga Kestabilan Emosi Anak

Ilustrasi anak sakit.
Sumber :
  • Pexels/miroshnichenko

Jakarta, VoxPop – Tidur berkualitas bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara fisik, emosional, dan kognitif. Studi menunjukkan bahwa gangguan tidur di usia dini dapat berdampak jangka panjang terhadap daya tahan tubuh, konsentrasi, hingga kestabilan emosi anak. 

img_title Gegara Ajak Anak Dibawah Umur Promosikan Liquid Vape, Bigmo Kembali Berurusan dengan Polisi

Sayangnya, banyak keluarga di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menciptakan tidur malam yang nyenyak – salah satu penyebab utamanya karena kehadiran nyamuk. Nyamuk tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi vektor penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Scroll untuk info lengkapnya, yuk

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa jutaan kasus infeksi akibat nyamuk terjadi setiap tahun. Lebih dari sekadar risiko kesehatan, gangguan nyamuk juga berdampak pada gangguan tidur dan penurunan kualitas hidup anak dan keluarganya.

img_title Komdigi Tegur YouTube Imbas Bigmo Promosikan Vape Libatkan Anak di Bawah Umur

Padahal, kualitas tidur yang optimal memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Anak-anak yang tidur cukup dan nyenyak mengalami perkembangan kognitif dan fisik yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidurnya terganggu. 

Ilustrasi anak tidur

Photo :
  • Pixabay/ senjakelabu29
img_title Bigmo Promosi Vape ke Anak di Bawah Umur, Sahroni: Harus Ditangkap!

Saat tertidur nyenyak, tubuh anak memproduksi hormon pertumbuhan yang memperbaiki sel-sel tubuh, memperkuat tulang, mendukung pertumbuhan otot, serta membangun sistem kekebalan. 

Dokter spesialis anak dr. Yuni Astria, Sp.A., mengatakan bahwa kondisi kekurangan tidur dapat memengaruhi kesehatan dan perilaku anak. Anak yang kurang tidur biasanya mengalami penurunan semangat, kesulitan untuk fokus saat belajar, dan kecenderungan untuk rewel. Selain itu, kekurangan tidur dapat melemahkan daya tahan tubuh anak dan membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi seperti flu, batuk, dan masalah pencernaan.

Dokter Yuni menyarankan orangtua untuk memerhatikan lingkungan tidur anak, khususnya tempat tidur dan ruangan yang bebas dari genangan air karena dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Gigitan nyamuk akan menyebabkan rasa tak nyaman dan mengganggu pola tidur anak. 

“Tidur yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kestabilan emosi anak. Sayangnya, gangguan dari nyamuk seringkali menjadi pemicu anak sulit tidur nyenyak di malam hari,” ujar dr Yuni dalam keterangannya, dikutip Jumat 23 Mei 2025. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut