Film Believe Rilis Hari Ini, Penuh Aksi Perang Mendebarkan Tapi Malah Bikin Nangis
- Istimewa
VoxPop – Hari ini, bioskop-bioskop di seluruh Indonesia diramaikan dengan kehadiran Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian, sebuah film laga drama yang disebut-sebut sebagai salah satu produksi terbesar perfilman Indonesia tahun ini.
Meski didominasi oleh adegan perang yang intens, ledakan spektakuler, dan aksi tembak-menembak yang memacu adrenalin, film ini justru berhasil membuat penonton, termasuk pria dewasa, terisak haru di dalam gelapnya studio bioskop.
Terinspirasi dari kisah nyata, Believe tidak hanya menawarkan ketegangan perang, tetapi juga kisah humanis yang mendalam tentang ikatan keluarga, pengorbanan, dan cinta yang tak terucapkan antara ayah dan anak.
Sinopsis dan Jiwa Cerita
Film Believe
Photo :
- ist
Film Believe
- ist
Believe mengisahkan perjalanan Agus (Ajil Ditto), seorang pemuda yang tumbuh dengan luka batin karena merasa tidak pernah memahami ayahnya, Serka Dedi (Wafda Saifan), seorang prajurit yang bertugas dalam Operasi Seroja pada 1975-1976, salah satu operasi militer bersejarah Indonesia di Timor Timur. Agus memandang sang ayah sebagai sosok keras, dingin, dan jauh secara emosional.
Namun, kematian tragis sang ayah menjadi titik balik yang membuka mata Agus tentang pengorbanan besar yang tersembunyi di balik sikap diam ayahnya. Dalam usahanya mencari jawaban, Agus memilih jalur yang sama dengan ayahnya, menjadi prajurit, bukan untuk meniru, tetapi untuk memahami siapa ayahnya sebenarnya.
Film ini dengan cerdas menggali tema luka emosional dalam hubungan ayah dan anak, serta bagaimana trauma yang tidak terselesaikan dapat membentuk identitas seseorang. Agus, yang awalnya dipenuhi amarah dan kebingungan, menemukan bahwa jalan untuk memahami ayahnya adalah dengan menghadapi tantangan yang sama di medan perang. Cerita ini tidak hanya tentang keberanian fisik, tetapi juga keberanian emosional untuk memaafkan, memahami, dan mencintai dalam diam.
Produksi dan Visi Artistik
Produser Believe, Celerina Judisari, menjelaskan bahwa kekuatan film ini terletak pada perpaduan antara aksi perang yang mendebarkan dan drama keluarga yang menyentuh hati.
Film ini disutradarai oleh dua sutradara berbakat, Arwin Tri Wardhana dan Rahabi Mandra, yang berhasil menyeimbangkan unsur laga dan drama dengan apik.
