Gak Cuma Serahin ke Istri, Indra Priawan Ngaku Ikut Pilih Makanan dan Minuman Buat Issa
- Instagram/@nikitawillyofficial94
Singapura, VoxPop – Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, anak-anak Indonesia perlu dibekali dengan kemampuan untuk menjadi pemenang di masa depan. Untuk itu, pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) menjadi sangat penting dalam membentuk karakter anak yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berinovasi.
Namun, agar anak dapat menjalani proses belajar dan eksplorasi dengan optimal, mereka juga membutuhkan dukungan nutrisi yang cukup untuk menjaga imunitas tubuh. Imunitas yang kuat memungkinkan anak aktif, sehat, dan siap menerima stimulasi yang tepat dalam proses tumbuh kembangnya. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Aktris Nikita Willy juga melakukan hal yang sama untuk putranya, Issa Xander Djokosoetono. Ibu dua anak itu mengaku percaya bahwa anak yang tumbuh menjadi pemenang harus memiliki karakter seperti kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, kolaboratif, inovatif, dan tentu saja memiliki imunitas yang baik.
“Semua itu dimulai dari stimulasi yang tepat dan kecukupan nutrisi yang selalu saya pastikan untuk Issa,” ujar Nikita Willy dalam keterangannya, dikutip Senin 28 Juli 2025.
![]()
Suami Nikita Willy, Indra Priawan, menambahkan, sebagai ayah, dia juga percaya pentingnya peran aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak, tidak hanya dari sisi stimulasi tapi juga dari sisi nutrisi.
“Saya dan Nikita selalu berusaha bekerja sama untuk memastikan Issa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus asupan gizi yang cukup setiap harinya,” ungkapnya.
“Saya juga ikut terlibat dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi Issa. Dengan imunitas yang baik, Issa bisa lebih aktif, sehat, dan siap menerima stimulasi yang ia butuhkan untuk tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tangguh,” sambungnya.
Nah, untuk memberikan stimulasi dan nutrisi terbaik, Nikita Willy dan keluarga turut mengikuti rangkaian acara Nutrilon Royal Science Camp 2025 yang berlangsung pada 22 – 25 Juli 2025 di Singapura. Program ini merupakan sebuah perjalanan edukatif ke Singapura yang dirancang untuk memberikan stimulasi terbaik bagi si kecil melalui pengalaman sains yang imersif bersama dengan 10 keluarga terpilih dari lebih dari 250 ribu peserta yang telah mendaftar.
