Jennifer Lawrence Kecam Genosida di Palestina: Itu Tidak Bisa Diterima
- Instagram/redsparrowmovie
Ia juga mengajak publik untuk tetap fokus pada siapa yang benar-benar bertanggung jawab, dan tidak membebani seniman yang hanya berusaha mengekspresikan kebebasan berbicara dan berkarya.
“Saya hanya ingin orang-orang tetap fokus pada siapa yang bertanggung jawab dan hal-hal yang bisa mereka lakukan, kapan mereka harus hadir dan memilih, dan tidak membiarkan para aktor serta seniman yang mencoba mengekspresikan kebebasan seni dan berbicara menjadi kambing hitam atas situasi ini.”
Lebih lanjut dalam konferensi, Jennifer juga menyampaikan bahwa kebebasan berekspresi di Amerika kini tengah berada dalam tekanan, sehingga festival film seperti San Sebastian menjadi ruang penting untuk menjaga suara-suara yang merdeka.
“Kita bisa melihat kisah satu sama lain, terhubung, belajar, dan yang paling penting menyadari bahwa kita semua saling berhubungan, kita semua penting, dan kita semua layak mendapat empati serta kebebasan,” tuturnya.
Film Die My Love yang dibintangi oleh Lawrence akan ditayangkan perdana di San Sebastian pada Jumat malam. Film ini mengisahkan Grace, seorang ibu baru yang mengalami gangguan kesehatan mental yang berdampak besar terhadap hubungannya dengan Jackson (diperankan oleh Robert Pattinson).
Film ini sebelumnya sudah diputar di Festival Film Cannes dan menerima standing ovation selama enam menit, serta pujian tinggi atas penampilan akting Jennifer yang disebut sangat berani dan emosional.
Kritikus utama dari Variety, Owen Gleiberman, menulis bahwa performa Lawrence dalam film tersebut:
“Terasa sangat eksplosif tapi pada saat yang sama sangat terkendali secara emosional… Anda bisa merasakan kekuatan kehadirannya, kualitas amarahnya yang membabi buta… Saat ia membentak kasir cerewet, merangkak seperti binatang, merusak kamar mandi dan menuangkan sabun ke lantai, atau membenturkan kepala ke cermin, dia adalah gambaran kekacauan yang sempurna.
