Tantangan Ekstrem Jefan Nathanio di Dukun Magang: Dipaksa Jadi Pria Skeptis yang Masuk Sangkar Ayam!
- Dens Vision Multimedia.
Jakarta, VoxPop – Aktor muda Jefan Nathanio mengakui bahwa perannya sebagai Raka dalam film horor-komedi terbaru, “DUKUN MAGANG”, menjadi tantangan yang benar-benar menguji batas logikanya. Diproduksi oleh Dens Vision Multimedia dengan Denny Januar sebagai Produser Eksekutif, film ini menghadirkan perpaduan segar antara horor, komedi, dan kisah coming-of-age.
“Dukun Magang” bercerita tentang Raka (Jefan Nathanio), seorang mahasiswa yang sangat skeptis dan hanya berfokus pada kelulusan skripsi. Takdir justru menyeretnya ke Desa Kalimati bersama Sekar (Hana Saraswati), mahasiswi cerdas pewaris tradisi. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
Satu kesalahan fatal Raka melepaskan Kuntilanak Hitam yang telah terkurung selama 12 tahun. Untuk memperbaiki kesalahan itu, Raka terpaksa “magang” pada dukun legendaris Mbah Djambrong (Adi Sudirja) dan harus menjalani serangkaian ritual aneh, mulai dari topo patigeni, meracik kurungan ayam belang telon, hingga berburu tali pocong perawan.
Jefan Nathanio, yang mewakili generasi muda rasional dalam cerita, mengaku bahwa proses "dipaksa percaya" dalam film adalah tantangan tersendiri, mengingat ia adalah pribadi yang sangat logis.
“Sejujurnya aku tipikal orang yang tidak percaya hal yang nggak realistis, I’m a very logical person,” kata Jefan dalam keterangannya, dikutip Jumat 21 November 2025.
Saat memerankan Raka, Jefan harus mencari sudut pandang yang berbeda. Ia bahkan mencari referensi dari orang-orang yang pernah mengalami kejadian mistis untuk mendalami karakternya.
“Tapi ketika memerankan dari POV Raka, aku harus cari dari pandangan yang berbeda. Contohnya, aku tanya teman-teman atau orang yang pernah mengalami hal yang sama. Itu jadi referensi, sekaligus belajar bagaimana mereka menanggapinya karena pasti reaksi orang berbeda-beda,” tambahnya.
Di tengah proses magang yang mencekam dan kocak itu, Jefan Nathanio mengenang salah satu momen ritual yang paling aneh, namun justru membuka perspektif baru dalam logika film horor komedi.
“Oh ada! Waktu ritual aku masuk sangkar ayam. Jujur, bingung banget konsepnya seperti apa. Tapi karena ini horor komedi, semuanya masih make sense aja. Mungkin yang bisa klarifikasi opung Adi Sudirja, ya,” ujarnya sambil tertawa.
