32 Tahun Berlalu, Muncul Dugaan Pembunuhan Pada Kurt Cobain

Kurt Cobain
Sumber :
  • Daily Mail

Amerika Serikat, VoxPop – Tiga dekade lebih setelah kematian Kurt Cobain mengguncang dunia musik, muncul kembali klaim yang mempertanyakan kesimpulan resmi atas wafatnya sang vokalis Nirvana. 

img_title Fakta Baru Dugaan Pembunuhan Kurt Cobain, Ini Sejumlah Bukti yang Diragukan Peneliti

Cobain meninggal dunia pada 5 April 1994 di usia 27 tahun akibat luka tembak senapan di kediamannya di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu, Kantor Pemeriksa Medis King County menetapkan penyebab kematian sebagai bunuh diri menggunakan senapan Remington Model 11 kaliber 20 gauge. Scroll lebih lanjut yuk!

Namun, baru-baru ini, sekelompok ilmuwan forensik independen dari sektor swasta kembali menelaah dokumen autopsi dan materi tempat kejadian perkara. 

img_title Hanyut di Sungai Brantas Malang, Kurt Cobain Masih Belum Ditemukan

Tim tersebut melibatkan Brian Burnett, seorang spesialis forensik yang sebelumnya menangani berbagai kasus overdosis yang disertai trauma akibat tembakan.

Peneliti independen Michelle Wilkins, yang bekerja bersama tim tersebut, mengungkapkan kepada Daily Mail bahwa setelah tiga hari meninjau bukti dengan perspektif berbeda, Burnett menyampaikan kesimpulan tegas. 

img_title Anak Kurt Cobain dan Tony Hawk Resmi Menikah

“Ini adalah pembunuhan. Kita harus melakukan sesuatu terkait hal ini,” ujarnya, dilansir Kamis 12 Februari 2026.

Menurut Wilkins, kesimpulan tersebut didasarkan pada analisis menyeluruh terhadap hasil autopsi yang dinilai menunjukkan tanda-tanda tidak sepenuhnya selaras dengan kematian akibat tembakan yang terjadi secara instan. 

Dalam makalah ilmiah yang telah melalui proses peninjauan sejawat (peer-review), tim tersebut memaparkan sepuluh poin bukti yang mengarah pada dugaan bahwa Cobain kemungkinan dihadapkan pada satu atau lebih pelaku. 

Mereka menduga sang musisi dipaksa mengalami overdosis heroin untuk melumpuhkannya, sebelum kemudian ditembak di bagian kepala. Senjata diduga diletakkan kembali di lengannya, disertai catatan bunuh diri yang disebut sebagai rekayasa.

“Ada hal-hal dalam autopsi yang membuat kami berpikir, tunggu, orang ini tidak meninggal dengan sangat cepat akibat ledakan tembakan,” kata Wilkins. 

“Nekrosis pada otak dan hati terjadi dalam kasus overdosis. Itu tidak terjadi pada kematian akibat tembakan senapan,” tambahnya.

Burnett sendiri dikenal memiliki pengalaman panjang dalam menganalisis tempat kejadian perkara dan menafsirkan bukti forensik kompleks. Ia sebelumnya mendapat sorotan nasional atas analisisnya dalam sejumlah kasus kontroversial yang menantang temuan resmi aparat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut