Daniel Mananta: Saya Tidak Mencintai Agama Nasrani

Daniel Mananta
Sumber :
  • Instagram @vjdaniel

Ia mengakui bahwa alasan utama dirinya begitu mencintai sosok Yesus adalah karena ia merasakan kasih yang menurutnya sangat besar.

img_title Rupiah Anjlok dan BBM Non-Subsidi Naik, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah

"Tapi, saya pikir pada esensinya. Kenapa gue bisa jatuh cinta banget sama Yesus. Karena gue merasa cinta yang begitu luar biasa dari Yesus. Saya pikir itu sih," pungkasnya.

Percakapan tersebut kemudian berlanjut ketika Dery selaku host menyinggung pandangan sebagian orang yang justru memilih memeluk Islam karena kecintaan pada Yesus.

img_title 7 Aplikasi Jadwal Waktu Sholat Seluruh Dunia yang Paling Akurat 2026

"Oke, kalau lo cinta Yesus, kan harusnya lo milihnya Islam ya. Ya, karena teman-teman gue yang masuk Islam, itu karena cinta Yesus," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa rekannya memilih masuk Islam karena memahami bahwa Yesus dihormati sebagai nabi dalam Islam.

img_title PN Jakarta Pusat Akan Sidangkan Gugatan Hasil Muktamar Mathla’ul Anwar

"Kenapa lo pilih Islam? Karena gue cinta Yesus. Nanti mungkin Ustaz bisa sampaikan. Karena memang dia adalah ternyata Nabi. Blablabla gitu kan," tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bagaimana Islam memandang hubungan manusia dengan Tuhan serta posisi Nabi Isa dalam ajaran Islam.

"Jadi kasus tadi ya Mas Daniel bilang. Bisa komunikasi langsung dengan Bapak, sebenarnya Allah gitu ya. Tidak ada bentrok sama sekali dengan Islam. Cuma kita tidak menamakan Bapak. Kita menamakan Tuhan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam Islam, Tuhan dipahami sebagai entitas yang tidak bisa disamakan dengan apa pun.

"Dan Tuhan itu sudah tidak ada istilah di atasnya dia. Kalau Bapak kan masih bisa sesama manusia, panggil ayahnya gitu ya," tambah sang pendakwah.

Khalid juga menjelaskan pandangan Islam mengenai pengampunan dosa dan peran para nabi.

"Makanya dalam Islam itu tetap kita menganggap Nabi Isa AS, Nabi Muhammad, Nabi Musa, semua ini adalah Nabi-Nabi yang sama," jelasnya.

Menurutnya, para nabi tidak menanggung dosa manusia, melainkan mengajarkan cara manusia memohon ampun kepada Tuhan.

"Beliau-beliau tidak membersihkan dosa manusia. Tapi beliau mengajarkan cara membersihkan dosa itu. Seperti misalnya kalau dalam Islam itu istighfar, memohon maaf kepada Allah, bertaubat, meninggalkan kesalahannya. Kalau itu berhubungan dengan hak manusia. Kita kembalikan hak manusia. Kayak kita mencuri, merusak citra, kita minta maaf dengan dia. Nah seperti itu kurang lebih. Jadi posisi Nabi-Nabi itu betul-betul menyampaikan tata cara yang Allah ajarkan. Tapi dia tidak mengorbankan diri dia," beber Ustaz Khalid Basalamah.

Pengurus MUI Karawang saat mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang

Banyak WNA di Karawang Masuk Islam, MUI Lapor Imigrasi

Cukup banyak warga negara asing yang berikrar masuk Islam di kantor MUI Karawang. Mereka berasal dari China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Jerman dan Finlandia.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut