Horor Religi Naik Level! Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Angkat Pesugihan vs Eksorsisme Katolik

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Sumber :
  • VoxPop/Trisya Frida

Jakarta, VoxPop – Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan gebrakan baru lewat proyek terbaru berjudul Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film ini tak sekadar menawarkan teror, tetapi juga membawa isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni praktik pesugihan dan pertarungan iman. Dengan pendekatan yang lebih berani, film ini digadang-gadang menjadi salah satu horor religi paling dinanti tahun ini.

img_title Fakta-Fakta Film Istimewa, Angkat Perjuangan Anak Disabilitas

Berbeda dari film horor pada umumnya, sekuel dari Kuasa Gelap ini menghadirkan konflik yang lebih kompleks. Jika sebelumnya penonton diperkenalkan dengan dunia eksorsisme, kali ini cerita berkembang lebih luas dengan mempertemukan dua hal yang jarang diangkat secara bersamaan, praktik pesugihan dan eksorsisme Katolik. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Proyek ini diproduksi oleh Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment, yang sebelumnya sukses membawa film pertamanya meraih lebih dari 1,4 juta penonton dan dikenal hingga mancanegara. Proses syuting dijadwalkan dimulai pada April 2026.

img_title Nonton Film Bisa Latih Imajinasi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini menjanjikan pengalaman yang lebih intens dari sebelumnya. Ia dikenal sebagai sosok di balik berbagai film horor populer Indonesia, sehingga ekspektasi terhadap karya terbarunya pun cukup tinggi.

img_title Bukan Film Aksi Biasa, Ini 5 Fakta Leave No One Behind yang Bikin Penasaran

“Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mengangkat tema yang belum pernah hadir di layar lebar Indonesia: pesugihan dari sudut pandang iman Katolik. Pesugihan bukanlah sekedar fiksi atau takhayul semata. Ini adalah kenyataan yang masih terjadi di banyak daerah di Indonesia. Dan bukan hanya satu jiwa yang dipertaruhkan, tapi keselamatan seluruh desa,” ujar produser Robert Ronny.

Tak hanya dari sisi cerita, kekuatan film ini juga didukung oleh jajaran pemain yang solid. Jerome Kurnia dan Lukman Sardi kembali dipercaya memerankan Romo Thomas dan Romo Rendra, dua karakter yang kini menjadi ikon dalam genre horor religi Indonesia. Selain itu, film ini juga diramaikan oleh nama-nama seperti Venly Arauna, Keysha Angelica, hingga Feby Febiola yang kembali ke dunia akting setelah cukup lama vakum.

“Saya merasa tertantang sekaligus terhormat dipercaya menyutradarai film ini. Di Perjanjian Darah, pertarungan imannya jauh lebih brutal. Kedalaman tema film ini jauh melampaui film pertama,” ungkap Rizal Mantovani.

Kembalinya para pemeran lama juga membawa perkembangan karakter yang lebih dalam. Lukman Sardi mengungkap bahwa karakter Romo Rendra akan menghadapi ujian iman yang jauh lebih berat dibanding sebelumnya. Hal ini membuat cerita terasa lebih manusiawi sekaligus emosional.

“Romo Rendra akan mengalami cobaan iman terbesar, sesuatu yang sangat manusiawi,” ujar Lukman Sardi.

Sementara itu, Jerome Kurnia juga mengaku memiliki kedekatan khusus dengan karakter yang ia perankan. Ia bahkan menyebut peran tersebut sebagai pengalaman yang sangat berarti dalam perjalanan kariernya.

“Romo Thomas adalah salah satu karakter favorit yang pernah saya perankan. Dan saya selalu menganggap peran Romo Thomas sebagai blessing bagi saya,” ujarnya.

Menariknya, keterlibatan Feby Febiola dalam film ini ternyata memiliki cerita tersendiri. Ia mengaku sudah lama memendam keinginan untuk terlibat dalam proyek seperti ini sejak menonton film pertamanya.

“Jadi waktu saya nonton kuasa gelap satu saya nangis, saya berdoa semoga film ini bisa membawa orang yang menonton kepada pertobatan. Dan saya dalam hati bilang, Tuhan tolong dong kasih kesempatan untuk bisa main film seperti ini (dan terjadi),” ungkap Feby.

Tak hanya menyuguhkan teror, film ini juga ingin mengajak penonton merenungkan makna di balik pilihan hidup manusia. Produser eksekutif Andi Boediman menegaskan bahwa cerita ini berangkat dari realitas sosial yang masih terjadi hingga saat ini.

“Pesugihan adalah kenyataan sosial Indonesia yang selama ini tersimpan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika manusia memilih perjanjian dengan kegelapan, siapa yang bisa memutusnya? Film ini adalah jawaban kami,” kata Andi Boediman.

Dengan konsep yang lebih matang, konflik yang lebih dalam, serta jajaran pemain dan kru berpengalaman, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah berpotensi menjadi salah satu film horor religi paling kuat di tahun 2026. Penonton pun dibuat penasaran, sejauh mana iman mampu melawan kekuatan gelap yang mengancam?

Amazing Fantastic Extraordinary People

Sinopsis Film Pendek Amazing Fantastic Extraordinary People yang Menang Tapestry of Indonesia

Amazing Fantastic Extraordinary People menjadi salah satu film pendek Indonesia yang berhasil mencuri perhatian pada 2026. Karya garapan sutradara Nadina Habsjah.

img_title
VoxPop.co.id
27 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut