Ruben Onsu Ternyata Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Isu Penyakit Menular Viral
- Instagram/ruben_onsu
VoxPop – Di tengah ramainya isu kesehatan yang menyeret nama Ruben Onsu, kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mengungkap fakta bahwa kliennya telah lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum kabar tersebut menjadi perbincangan luas di media sosial.
Menurut Minola, pemeriksaan laboratorium itu bukan dilakukan sebagai respons atas viralnya isu yang beredar belakangan ini. Sebaliknya, langkah tersebut telah diambil jauh sebelumnya sebagai bentuk antisipasi karena isu serupa sudah beberapa kali muncul, termasuk saat proses mediasi.
"Jadi bukan setelah ini naik, terus buru-buru melakukan pengecekan. Pemeriksaan itu dilakukan pada tanggal 25 Juli," ujar Minola yang dikutip dari YouTube pada Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan sekitar 10 hari setelah proses mediasi yang berlangsung pada 15 Juli 2026. Saat itu, isu mengenai kondisi kesehatan Ruben kembali mencuat sehingga dianggap perlu memiliki bukti medis apabila persoalan tersebut kembali dipersoalkan di kemudian hari.
Minola mengatakan polemik terbaru bermula setelah dirinya tampil dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo. Dalam kesempatan itu, ia hanya ingin meluruskan isu mengenai penggunaan dua nomor telepon milik Ruben Onsu.
Untuk membuktikan bahwa kliennya memang menggunakan dua nomor berbeda, Minola memperlihatkan tangkapan layar percakapan. Namun, sebagian orang justru memperbesar isi percakapan tersebut hingga muncul dugaan mengenai konsumsi obat yang kemudian dikaitkan dengan penyakit tertentu.
"Jadi saya fokus kepada materi pembuktian. Tapi mungkin ada orang yang dengan inisiatif tinggi men-zoom isi chatting tersebut. Akhirnya yang diangkat adalah kata-kata konsumsi obat penyakit tiga huruf," ujarnya.
Minola menegaskan hingga saat ini tidak pernah ada dokter yang menyatakan Ruben Onsu mengidap penyakit yang ramai diperbincangkan publik.
Ia juga membantah anggapan bahwa obat-obatan yang pernah dikonsumsi Ruben dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyakit tertentu.
"Sementara tidak ada dokter siapapun yang memeriksa dia itu yang menyatakan dan menyampaikan bahwa dia itu kena penyakit itu. Tidak ada siapapun yang menyampaikan bahwa obat yang dia konsumsi itu adalah obat itu," kata Minola.
Minola turut memperlihatkan hasil pemeriksaan laboratorium yang menurutnya berasal dari salah satu laboratorium kesehatan di Indonesia. Ia menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan status nonreaktif sehingga tidak sesuai dengan tudingan yang beredar di media sosial.
