Cerita Diding Boneng Gak Punya Penghasilan di Masa Tua, Padahal Dulu Aktor Terkenal!
- Instagram.
VoxPop – Dunia hiburan Indonesia tengah diselimuti duka setelah aktor senior sekaligus komedian legendaris Diding Boneng meninggal dunia pada Senin, 3 Agustus 2026. Kepergian sosok yang dikenal lewat sederet film komedi populer pada era 1980-an itu meninggalkan kesedihan bagi keluarga, rekan sesama artis, hingga para penggemarnya yang tumbuh bersama karya-karyanya.
Kabar wafatnya Diding Boneng muncul setelah sebelumnya ia diketahui sempat berjuang melawan penyakit asma yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Informasi tersebut pertama kali disampaikan melalui unggahan akun Instagram Sanggar Perkasa yang menyampaikan belasungkawa atas kepergian sosok yang akrab disapa "Opa".
"Keluarga besar @sanggar_perkasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya opa @didingasli," tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip Senin 3 Agustus 2026.
Kisah Diding Boneng Gak Punya Penghasilan di Masa Tua
Diding Boneng dan Indro
- Tangkapan Layar: YouTube
Di balik perjalanan kariernya yang pernah begitu gemilang, Diding Boneng ternyata sempat mengungkapkan kisah hidup yang cukup menyentuh. Meski pernah menjadi salah satu komedian papan atas Indonesia dan membintangi banyak film populer, ia mengaku tidak memiliki penghasilan tetap saat memasuki usia senja.
Nama Diding Boneng memang sempat menjadi salah satu ikon komedi Indonesia pada dekade 1980-an. Gayanya yang khas membuatnya mudah dikenali dan berhasil mencuri perhatian penonton di berbagai film layar lebar.
Namun, seiring berjalannya waktu, popularitasnya mulai meredup dan ia memilih lebih banyak menghabiskan waktu di luar sorotan dunia hiburan.
Setelah cukup lama vakum, Diding Boneng sempat kembali tampil di layar lebar melalui film KKN di Desa Penari pada 2022. Meski kembali muncul di industri perfilman, hal tersebut rupanya tidak membuat kondisi ekonominya berubah secara signifikan.
Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Deddy Corbuzier bersama Indro, Diding Boneng secara terbuka mengaku tidak pernah memiliki pekerjaan dengan penghasilan rutin. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjadikan materi sebagai tujuan utama dalam berkesenian.
"Nggak tahu ya, artinya gini lho, maaf saya nggak pernah nyari kerjaan sampai hari ini. Saya nggak pernah nyari," kata Diding Boneng seperti dilansir dari kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Pengakuan tersebut memperlihatkan bagaimana Diding menjalani hidup dengan prinsip yang sederhana. Baginya, berkarya merupakan panggilan hati yang tidak selalu harus diukur dengan besarnya pendapatan. Ia mengaku tetap menikmati proses berkesenian meski kondisi finansialnya jauh dari kata mapan.
Menurut Diding Boneng, kehidupan para pelaku seni memang tidak selalu memberikan jaminan ekonomi. Banyak seniman yang harus menghadapi ketidakpastian penghasilan, termasuk dirinya sendiri. Namun, alih-alih mengeluhkan keadaan, ia justru memilih menerima dan mensyukurinya.
"Bicara aman dalam pengertian apa ya. Mau dibilang aman nggak juga. Mana ada sih yang ekonominya aman. Secara jujur orang kesenian ya susah. Saya sebenarnya nggak aman, tapi merasa aman aja," sambungnya.
Tak hanya itu, Diding Boneng juga mengungkapkan bahwa aktivitas mengajarnya pun tidak menghasilkan bayaran. Meski demikian, ia tetap melakoninya sebagai bentuk pengabdian terhadap dunia seni.
"Saya nggak punya gaji loh. Saya tidak rutin produksi, saya ngajar nggak dibayar. Kan tadi Indro bilang dia ngajar loh. Ya benar saya ngajar, tapi tidak dibayar," ungkap Diding.
Sikap legawa yang diperlihatkan Diding Boneng mendapat apresiasi dari Indro. Personel Warkop itu mengaku bangga melihat sahabatnya tetap konsisten berkarya dan mengabdikan diri pada dunia seni, meski tidak memperoleh penghasilan yang layak.
Kini, setelah Diding Boneng berpulang, kisah perjuangannya kembali menjadi sorotan publik. Di balik ketenarannya sebagai aktor dan komedian legendaris, tersimpan cerita tentang kesederhanaan, dedikasi, dan kecintaannya terhadap dunia seni yang tak pernah pudar hingga akhir hayat. Sosoknya pun akan selalu dikenang sebagai salah satu ikon komedi Indonesia yang memberikan warna tersendiri bagi industri hiburan Tanah Air.
