Setahun Dipenjara, Nikita Mirzani Akui Rindu Kehidupan Mewah: Biasanya Jam Segini Aku di Mall
- VoxPop.co.id/Foe Peace Simbolon
VoxPop – Nikita Mirzani mengungkap sejumlah perubahan yang dirasakannya setelah lebih dari setahun menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu. Salah satu hal yang paling terasa bagi aktris tersebut adalah perubahan dalam kesehariannya, terutama kebiasaan menggunakan barang-barang bermerek yang sebelumnya kerap menjadi bagian dari penampilannya.
Nikita Mirzani diketahui mulai menjalani masa penahanan sejak 4 Maret 2025 setelah terseret perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan dokter Reza Gladys. Dalam perkara tersebut, Nikita kemudian dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun.
Tak tinggal diam atas putusan tersebut, Nikita masih menempuh upaya hukum melalui Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, kehidupan Nikita pun berubah cukup drastis dibandingkan sebelum dirinya berada di balik jeruji besi.
Hal itu terungkap melalui sebuah video yang dibagikan akun Instagram resmi Rutan Pondok Bambu. Dalam kesempatan tersebut, Nikita menceritakan bagaimana rutinitasnya saat ini sangat berbeda dengan kehidupan yang sebelumnya ia jalani.
Salah satu hal yang ternyata dirindukan Nikita adalah kebiasaannya mengenakan barang-barang branded. Sebelum dipenjara, ia mengaku terbiasa menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan dan tampil dengan berbagai aksesori serta tas bermerek.
"Aku tuh udah kelamaan di Rutan Pondok Bambu, aku udah nggak pakai barang-barang branded," kata Nikita Mirzani, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.
Ia kemudian membandingkan rutinitasnya saat ini dengan kebiasaannya sebelum mendekam di rutan. Jika dahulu waktu tersebut bisa dihabiskan dengan berbelanja atau sekadar berada di mal, kini aktivitas Nikita tentu sangat terbatas.
"Biasanya jam segini aku tuh udah di mall, pakai tas-tas bagus, sekarang nggak bisa," sambungnya.
Meski harus menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan, Nikita tetap berusaha menjaga penampilannya. Ia menilai kondisi berada di dalam rutan bukan berarti membuat seseorang tidak dapat tampil menarik.
"Meski di dalam rutan, tapi kita tetap bisa bergaya," ungkapnya.
Menariknya, Nikita kemudian memperlihatkan sejumlah hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh warga binaan Rutan Pondok Bambu. Salah satunya berupa tas rajut yang dapat dimanfaatkan sebagai produk bernilai ekonomi.
Bagi Nikita, keberadaan berbagai kegiatan kreatif tersebut menjadi salah satu sisi positif yang bisa dilakukan selama berada di dalam rutan. Para warga binaan tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga dapat menghasilkan karya yang berpotensi untuk dijual.
"Kerajinan tangan yang dibikin langsung sama warga binaan Rutan Pondok Bambu, tas rajutan ini bisa dijual," ujar Nikita.
Pengakuan tersebut memperlihatkan perubahan kehidupan Nikita Mirzani selama menjalani masa hukuman. Dari sosok yang sebelumnya lekat dengan kehidupan glamor, pusat perbelanjaan, dan barang-barang branded, kini ia harus beradaptasi dengan rutinitas serta lingkungan yang jauh berbeda.
Meski demikian, Nikita tampaknya berusaha menemukan sisi positif dari kondisi yang sedang dijalaninya. Selain tetap memperhatikan penampilan, ia juga menunjukkan aktivitas produktif warga binaan yang dapat menghasilkan karya dan memiliki nilai jual.
Kisah tersebut menjadi gambaran mengenai bagaimana masa lebih dari satu tahun di Rutan Pondok Bambu membuat Nikita harus meninggalkan sejumlah kebiasaan lamanya. Kerinduan terhadap kehidupan sebelum dipenjara pun diungkapkannya secara terbuka, termasuk terhadap hal-hal sederhana yang sebelumnya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
