Kisah Ernie Djohan, Ratu Pop Era 1960-an yang Pernah Hibur Tamu Negara Era Soekarno, Apa Kabarnya Sekarang?

Ernie Djohan saat masih belia
Sumber :
  • Instagram

VoxPop – Bagi pencinta musik Indonesia, nama Ernie Djohan tentu membawa kembali kenangan pada masa ketika lagu-lagu pop banyak diperdengarkan melalui radio dan televisi. Jauh sebelum era media sosial dan platform streaming, penyanyi seperti Ernie menjadi bintang yang begitu dikenal masyarakat.

img_title Masih Ingat Sarah Azhari? Dulu Langganan Jadi Sorotan, Kini Penampilannya di Usia 49 Tahun Bikin Salfok

Ernie bahkan sudah masuk ke dunia musik sejak usianya masih sangat muda. Karier panjangnya kemudian melahirkan sejumlah lagu populer yang hingga kini masih dikenang. Salah satu yang paling melekat tentu saja Teluk Bayur, lagu yang kemudian menjadi identitas kuat dalam perjalanan musiknya.

Ernie Djohan Sudah Bernyanyi Sejak Usia 11 Tahun

img_title Dulu Jadi Primadona Film Indonesia, Begini Perjalanan Hidup Aktris Tercantik Mila Karmila

Ernie Djohan sendiri lahir di Jakarta pada 6 April 1951. Ia merupakan putri keempat dari delapan bersaudara dari keluarga diplomat H.M. Djohan Bakhaharudin dan Siti Zanidar Djohan.

Bakat bermusiknya sudah terlihat sejak kecil. Ketika berusia 11 tahun, Ernie mengikuti Radio Talentime 1962 di Singapura. Pada tahun yang sama, ia berhasil menjadi juara pertama All Singapore's School Talentime.

img_title Viral Foto Bareng Megawati, Siapa Frederik Kiran Cucu Soekarno yang Dipuji Ganteng? Ternyata Berdarah Belanda-Jepang

Kemenangan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang Ernie di dunia musik. Ia kemudian mendapat kesempatan melakukan rekaman di Phillips Recording Company, Singapura.

Pada masa awal kariernya, Ernie juga membawakan lagu dalam bahasa Inggris. Pengalaman di Singapura tersebut menjadi bekal penting sebelum namanya semakin dikenal di Indonesia.

Teluk Bayur Membawa Ernie ke Puncak Popularitas

Memasuki era 1960-an, nama Ernie Djohan semakin besar. Ia dikenal sebagai salah satu penyanyi perempuan populer pada masanya dan memiliki banyak lagu yang menjadi hit.

Namun, Teluk Bayur menjadi karya yang paling kuat melekat dengan namanya. Lagu ciptaan almarhum Zaenal Arifin itu dirilis pada 1966 ketika Ernie masih berusia 15 tahun. Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu kesuksesan terbesar sepanjang perjalanan kariernya.

Selain Teluk Bayur, Ernie juga populer melalui lagu Kau Selalu di Hatiku, Senja di Batas Kota, Mutiara yang Hilang, Kenangan Manis Mesti Berlalu, Berikan Daku Jawaban, Mengapa Tiada Maaf, Jangan Biarkan Ku Sendiri, Jauh di Mata Dekat di Hati, Kunang-Kunang hingga Gambang Semarang.

Deretan lagu tersebut membuat nama Ernie identik dengan musik pop Indonesia era 1960-an hingga 1980-an.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut