Wisata Malam di Kebun Duren Banyuwangi, Seram-seram Asyik

Kampung Duren di Banyuwangi
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Nur Faishal

Lega. Rombongan akhirnya sampai setelah hampir 30 menit menelusuri pekatnya malam. Lincak atau bangku panjang dari bambu dengan meja kayu bersandar di sebuah pohon kecil menyambut rombongan. Tiga gazebo berdiri berpencar-pencar. Di gazebo paling besar, sebuah kalimat tertulis di dinding kayu: Likin Durian Garden.

img_title Misteri Polisi Tewas di Kebun Mamuju, Dugaan Penyebabnya Mengejutkan

Ada juga sungai kecil atau kalen mengular dari utara ke selatan. Di ujung selatan, toilet dari anyaman bambu berdiri di atas sungai. Di situ rombongan dipersilakan si pemilik kebun jika ingin buang air kecil atau besar. Ndeso bangetlah.

Sungai itu mengalirkan air jernih dari sebuah kolam seluas kira-kira tiga kali lapangan tenis meja di sisi utara. Pemilik kebun, Solikin mengatakan bahwa kolam itu bisa dibuat mandi atau berenang, laiknya kolam renang di tempat wisata lain. Airnya jernih sekali khas pegunungan.

img_title Di Rakernas PSI, Kaesang Sebut Merawat Alam Bukan Cuma Tugas Menhut Raja Juli

"Ini airnya dari tujuh sumber mata air  yang ada di sini. Kalau tahan dingin, silakan jegur (berenang)," katanya kepada VoxPop.

Di samping kolam, ada tempat duduk mengelilingi meja terbuat dari beton. Nah, di situlah puluhan durian disiapkan Solikin untuk disantap. Bagi yang alergi durian, ada rambutan seikat dan ratusan manggis disediakan Solikin.

img_title Imbas Konflik Manusia dan Gajah, Taman Nasional Way Kambas Ditutup Sementara

"Silakan dinikmati," ujarnya.

Durian di kebun Solikin tidak hanya durian biasa berwarna kuning, ada pula durian merah, oranye, dan pelangi. Durian berwarna di tempat Solikin bentuknya kecil-kecil, sekitar ukuran bola takraw. Bijinya juga tak seberapa besar. Jauh kesan dari durian montong yang jumbo-jumbo. Harganya lumayan, antara Rp100 ribu-Rp150 ribu per buah.

Durian berwarna di sini juga kesat. Cenderung kering. VoxPop coba mencicipi durian oranye. Rasanya manis banget. Tidak begitu menyengat seperti durian pada umumnya. Mungkin kadar alkoholnya yang tak seberapa.

"Ini tidak ada namanya. Durian, begitu saja," ucap Solikin ditanya soal nama khusus untuk durian berwarnanya.

Diresmikan Pemkab Banyuwangi sebagai Kampung Duren sejak 2017 lalu, Solikin mengaku memiliki lebih dari 30 pohon durian di kebun miliknya. Dia tak pernah menjual duriannya ke luar daerah, hanya disediakan bagi pengunjung yang datang ke tempatnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut