Kampung Lamo, Wisata Ziarah Berpadu Pesona Alam yang Melegenda

Kampung Lamo, Aceh Singkil
Sumber :
  • VoxPop/Dani Randi

VoxPop – Kampung Lamo, sebuah pulau yang berada di ujung Pulau Tuanku, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil memiliki cerita unik dan sejarah yang panjang.

img_title Penunjukan Ahmad Muzani Hadiri Pemakaman Ali Khamenei Dinilai Sah

Lokasi ini juga menjadi tempat pemakaman umum bagi warga. Tepatnya sekitar 25 meter dari bibir pantai. Setelah Lebaran hari pertama, tempat ini ramai dikunjungi oleh warga dari dua kecamatan, yaitu kecamatan Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat.

Selain berziarah, warga juga memanfaatkan eksotisnya pantai yang membentang sepanjang daratan Kampung Lamo. Apalagi lokasinya berhadapan langsung dengan pulau kecil, yaitu Pulau Madangkati.

img_title Ramai Kritikan Kopdes Merah Putih Dibangun di Area Pemakaman, Pemerintah Buka Ruang Evaluasi

Tak heran jika memasuki hari berziarah, seluruh warga Kecamatan Pulau Banyak Barat yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan, berlomba-lomba untuk mengunjungi lokasi itu. Sebagian dari mereka pergi menggunakan perahu mesin dan ada juga yang berjalan kaki melewati semak belukar berlumpur demi bisa berziarah.

Wisata sejarah ini merupakan aktivitas yang sudah lama dilakukan sebagian warga di ujung barat Pulau Sumatera. Berbeda dengan tempat wisata lain yang basisnya pemandangan alam atau kenyamanan tertentu, wisata ziarah ini sangat unik. Mereka berziarah sekaligus berwisata, karena lokasi ziarah atau pemakaman tak jauh dari pantai.

img_title Muzani soal Rencana Hadiri Pemakaman Ali Khamenei: Sebagai Utusan Presiden

Pantauan VoxPop di hari kedua Lebaran, semua penduduk di Kecamatan Pulau Banyak Barat pergi menuju Kampung Lamo. Mereka ramai-ramai ke sana secara bersama.

Tiba di sana, warga membuat ‘rumah dadakan’ di pinggir pantai yang terbuat dari batang bambu dan kayu serta musala untuk melaksanakan salat zuhur dan asar. Tempat itu digunakan oleh sanak keluarga untuk bersantai selepas ziarah. Bibir pantai pun dibersihkan oleh warga, begitu juga pemakaman.

Sementara deretan perahu yang digunakan oleh warga tampak berderet di ujung lokasi ziarah. Sedangkan bagi yang berjalan kaki harus rela bergulat dengan lumpur untuk bisa tiba di lokasi.

Kampung Lamo, bukan hanya sebatas ziarah dan wisata bagi warga. Namun ajang silaturahmi terbesar antar warga Kepulauan Banyak.

Warga Pulau Banyak Barat, Rifjan mengatakan,  Kampung Lamo dijadikan warga sebagai tempat pemakaman umum sudah sejak lama. Jadi jika ada yang meninggal, warga akan gotong royong mengangkat jenazah ke Kampung Lamo dengan berjalan kaki hingga belasan kilometer.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut