Jeddah Tower Calon Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Dunia?
- art-facts.com
5. Pemilik Menara Jeddah
Jeddah Tower terintegrasi dengan Jeddah Economic City yang dirancang oleh HOK Architects. Mereka bertanggung jawab atas perencanaan kota untuk pengembangan kota di utara pusat kota terbesar kedua di Arab Saudi. Orang utama dalam proyek ini adalah Pangeran Arab Saudi Al-Waleed bin Talal yang memiliki Kingdom Holding Company, mitra dari Perusahaan Ekonomi Jeddah. Beberapa investasi real estat Bin Talal termasuk Plaza Hotel di New York, jaringan Four Seasons Hotels, dan perusahaan yang memiliki dan mengelola Disneyland di Paris.
6. Fakta Konstruksi Desainer Utama
Hebatnya, desainer utama Jeddah Tower adalah Adrian Smith dari Adrian Smith + Gordon Gill Architecture (AS + GG), sebuah firma arsitektur dan desain yang berbasis di Chicago. Dia juga merancang Burj Khalifa dan banyak bangunan terkenal lainnya di seluruh dunia yang meliputi Trump Tower di Chicago, Menara Jin Mao di Shanghai, dan Menara Zifeng di Nanjing.
7. Pengembang Utama
Pengawas pengembangan utama proyek ini dilakukan oleh Emaar Properties, sebuah perusahaan pengembang real estate yang berlokasi di Uni Emirat Arab. Emaar Properties juga bertanggung jawab atas pengembangan Burj Khalifa dan aktif di beberapa proyek konstruksi Dubai lainnya. Selain secara lokal, mereka juga aktif di beberapa negara lain di Timur Tengah dan India.
8. Insinyur Struktural
Perusahaan rekayasa struktural yang ditugaskan untuk proyek ini adalah Thornton Tomasetti, sebuah firma konsultan rekayasa 1.500-plus orang yang berkantor pusat di New York City. Perusahaan ini telah bertanggung jawab atas beberapa bangunan yang sangat terkenal lainnya termasuk Menara Petronas di Kuala Lumpur dan Taipei 101 di Taiwan. Mereka telah berkolaborasi dengan arsitek terkenal termasuk Renzo Piano dari Centre Pompidou di Paris dan The Shard di London.
9. Perusahaan Konstruksi
Tak heran, kontrak pembangunan Menara Jeddah jatuh ke tangan Saudi Binladin Group. Mengapa tidak mengejutkan? Karena perusahaan ini menginvestasikan $400 juta dan memberi mereka 16,6% saham dalam pengembangan Jeddah Economic Company. Kandidat utama untuk mendapatkan kontrak adalah Grup Besix Belgia yang membangun Burj Khalifa. Meski demikian, mereka mengaku jika melihat situasinya, kecil kemungkinannya mereka akan menang.
