8 Alasan Kuat Untuk Tidak Pindah ke Australia
- abc news
Selain itu, hewan berbahaya yang terkenal dari Australia adalah Ular Inland Taipan. Ular ini sangat agresif dan disebut dengan "ular ganas". Ular Inland Taipan ini adalah ular paling mematikan di dunia yang hidup di pedalaman.
Paling sering ditemukan di kawasan gurun paling kering di pedalaman Australia, walau kadang juga ditemui ke arah pantai.
Racun dari satu gigitan ular ini bisa membunuh sekitar 100 orang, sehingga penting sekali untuk mencari bantuan medis bila terkena gigitan ular tersebut.
Hewan yang sering dijumpai pula adalah ubur ubur kotak atau box jellyfish. Sering diperingatkan oleh penjaga pantai untuk berhati - hati jika berenang di kawasan laut tropis di Australia bagian utara.
Disebut ubur ubur kotak karena bentuknya yang lonjong dan panjang menyerupai kotak.
4. Kemacetan yang parah
Kemacetan lalu lintas terlihat di jalan-jalan kota Kiev.
- BBC/Getty Image
Kemacetan memang selalu dijumpai di negara mana pun. Namun, kemacetan di Australia dapat dikatakan menjadi salah satu negara dengan paling seringnya terjadi kemacetan di dunia. Bahkan, warga - warga di kota - kota besar di Australia telah menghabiskan waktu lebih lama di jalanan.
5. Biaya hidup mahal
Ilustrasi belanja/supermarket.
- VoxPop/Adinda Permatasari
Australia juga terkenal dengan mahal nya biaya hidup. Walaupun Upah Umum Regional di Australia termasuk salah satu yang tertinggi, yaitu mencapai 16.000.00 atau enam belas juta rupiah per minggu nya, namun biaya hidup di sana juga termasuk salah satu yang tertinggi.
Bahkan, pemerintah Australia harus "merogoh kocek" negara untuk memberikan bantuan tunai kepada warganya dan memotong jumlah pajak penghasilan.
Namun harus diingat, itu hanyalah nilai rata - rata dan mungkin bisa lebih kecil atau besar tergantung jabatan, kontrak kerja dan wilayah.
6. Layanan kesehatan mental yang buruk
Ilustrasi menjaga mental | Foto Unsplash
- U-Report
Kesehatan mental menjadi topik yang hangat untuk diangkat untuk saat ini. Satu dari lima remaja Australia mengalami gangguan penyakit mental serius. Namun, lebih dari 60 persen merasa tidak nyaman mencari dukungan profesional. Remaja putri serta kalangan warga aborigin memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan mental.
Bahkan, hasil penelitian yang dilakukan Mission Australia berkolaborasi dengan Black Dog Institute menunjukkan, kaum muda yang mengalami stres berat juga kurang mau mencari informasi atau dukungan dari layanan konseling.
