Sosialisasi Sadar Wisata Sampai di Malang, Kemenparekraf Tegaskan Ini
- Ist.
VoxPop Travel – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Sosialisasi Sadar Wisata di tiga desa wisata di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dalam kegiatan yang bertempat di tiga desa dalam wilayah Destinasi Wisata Prioritas Bromo-Tengger-Semeru, ditegaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata merupakan pelaku utama dalam pengembangan pariwisata era Society 5.0, meski saat ini digitalitasi dan teknologi menjadi sebuah keniscayaan dalam setiap sektor.
Seperti dikatakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sebelumnya, warga harus betul-betul sadar akan potensi wisata yang dimiliki daerahnya masing-masing, karena ini akan menjadi bagian dari kekuatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.
Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Frans Teguh dalam acara Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Penyangga Wisata Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, yakni Desa Wisata Jeru, Desa Wisata Poncokusumo, dan Desa Wisata Wringinanom, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan, Kemenparekraf mendorong perkembangan pariwisata yang dapat beradaptasi di era society 5.0. Frans mengatakan, meski dewasa ini teknologi dan digitalisasi adalah hal yang tak terelakkan berbagai sektor, namun SDM tetap menjadi komponen utama, yakni para pelaku pariwisata serta warga desa wisata. Andil SDM pariwisata dipandang signifikan untuk melahirkan interaksi dengan para wisatawan sekaligus berkolaborasi antar pelaku pariwisata.
“Para pelaku pariwisata harus memanfaatkan teknologi dan digitalisasi dalam membangun komunikasi. Sementara di saat yang sama juga membangun kolaborasi dan jejaring dengan para pelaku pariwisata lainnya,” tuturnya, baru-baru ini.
Selain itu, kehadiran SDM pariwisata yang unggul juga akan menghadirkan sentuhan manusia yang sangat penting guna memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Karena itu, Frans mengharapkan peran aktif para pelaku pariwisata dalam pengembangan pariwisata di desa masing-masing.
“Saya mengimbau agar benar-benar menjadikan desa-desa wisata dengan pengalaman terbaik. Kita mendesain dan menawarkan experience sehingga akhirnya mewujudkan kunjungan berkualitas dan akan melahirkan dampak ekonomi, budaya dan dampak lingkungan yang positif. Desa wisata menjadi motor kebangkitan pariwisata saat ini” ujarnya.
