Misool, Surga Tersembunyi Raja Ampat
- Rochimawati / VoxPop.co.id
Jadi jika selama ini yang dikenal adalah Wayag dan Painemo, cobalah ubah tujuan kunjungan ke Dafalen. Menuju ke sana dengan kapal cepat yang saya tumpangi hanya sekitar 30 menit dari lokasi rock painting.
Saat bulan Mei cuaca memang cukup bersahabat sehingga tidak banyak ombak tinggi yang menghalangi laju kapal cepat yang kami tumpangi. Namun jangan lupa selalu gunakan krim anti matahari, karena sinarnya akan membuat kulit menjadi gelap dan jika yang tidak kuat akan membuat kulit mengelupas.
Laut yang menghijau akan membuat lupa rasa lelah begitu tiba di Bukit Dafalen. Untuk mencapai puncaknya. Menaiki jalan setapak, berbatu karang yang cukup terjal, memang harus dibutuhkan kehati-hatian. Ditambah lagi kayu penyangga yang kerap rapuh.
Setelah 15 menit meniti jalan menanjak, ketakutan akan ketinggian terobati begitu melihat pemandangan dari puncak Bukit Dafalen. Gugusan pegunungan Karst yang terlihat hijau berpadu dengan cahaya hijau laut menjadi daya tarik tersendiri untuk berfoto.
Usai menikmati pemandangan dari Puncak Dafalen, perjalanan dilanjutkan ke tempat yang tidak akan pernah terlupakan. Inilah indahnya Raja Ampat, air laut yang jernih terlihat seperti cermin. Sehingga pemandangan bawah laut terlihat jelas.
![]()
Kawasan ini bernama Balbulol. Berada di tempat ini seperti di dunia lain. Terlihat batu berbentuk payung atau menyerupai pohon natal yang menutupi laguna. Memasuki kawasan itu, kapal pun harus melaju perlahan jika tidak ingin kandas.
Namun begitu memasuki laguna, pemandangan indah dengan air laut nan hijau membuat ingin segera menceburkan diri. Tapi harus ekstra hati-hati karena di sana banyak karang api yang bisa menyengat.
Kampung Muslim
Tempat lain di Misool yang bisa dikunjungi adalah kampung muslim. Di sini berdiri megah sebuah masjid dengan kubah yang besar berwarna hijau tosca. Kubah masjid sudah terlihat dari kejauhan begitu mendekati kampung muslim ini.
Rumah penduduk di sini rata-rata berupa rumah panggung terbuat dari kayu. Nelayan adalah mata pencaharian penduduk di sini. Meski ada juga yang memiliki warung sembako dan homestay yang bisa disewakan untuk wisatawan.
