SOROT 527

Jargon Ngawur Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sumber :
  • Twitter.com/@realDonaldTrump

VoxPop – Perang diksi "receh" di masa kampanye Pilpres negeri ini makin tajam, menggelikan, dan bikin geleng-geleng kepala. Demi meraih perhatian lebih banyak publik, dua pasang calon presiden dan wakil presiden yang berseteru beserta timses jor-joran melontarkan pernyataan kontroversial, seolah tak peduli apakah itu berlanjut pada debat kusir yang tak perlu, bahkan terkesan mengesampingkan etika.  

img_title Trump Tuding China Campur Tangan dalam Pemilu AS, Kuasai 220 Juta Data Pemilih

Kubu Prabowo kisruh dengan 'Tempe setipis ATM,' dan 'tampang Boyolali,' lalu kubu Jokowi mengeluarkan 'politikus sontoloyo,' 'politisi genderuwo,' dan 'buta-budeg.' Kedua kubu terlihat berlomba melontarkan kalimat atau kata-kata yang tak terkait dengan kepentingan publik dengan menggunakan diksi yang populer dalam bahasa sehari-hari.

Berbeda dengan Pilpres 2014 di mana timses dua kandidat konsisten memainkan isu personal, Pilpres kali ini arah isu personal belum terlihat. Tapi yang muncul adalah isu-isu dan kata-kata yang rasanya tak berdampak bagi kepentingan publik.

img_title Daya Beli Tahan Banting, Pasar Domestik Diprediksi Bakal Untung Kalau ...

Media juga ikut meramaikan diksi-diksi tak penting atau receh itu sehingga menjadi meme, lontaran, juga candaan. Politisi saling bersahutan membalas sontoloyo, genderuwo, tampang Boyolali, buta-budeg, dan tempe setipis atm.

Tapi, diksi-diksi receh itu tak hanya terjadi di Indonesia. Amerika Serikat sudah lebih dulu "memelopori," termasuk pada Pemilu 2016 lalu. Donald Trump yang jadi bintangnya.  

img_title Bursa Asia Fluktuatif saat Investor Perhatikan Reli Dow Jones yang Masih Berlangsung Sejak Pemilu AS

Walau banyak warga Amerika yang sebal dengan rentetan diksi receh yang dilontarkan kepada lawan-lawannya, termasuk Hillary Clinton, Trump toh berhasil menang Pilpres. Padahal jutaan rakyat AS tahu, kredibilitas Trump jauh di bawah Hillary.

Hillary Clinton

Hillary Clinton. (Twitter.com/@HillaryClinton)

Nyatanya, Trump berhasil menyisihkan istri eks Presiden Bill Clinton itu di "babak final" Pemilu, dan kini jadi pemimpin AS ke-45.

Sejak masa kampanye dimulai Trump kerap mengeluarkan kata-kata yang ngawur. Meski publik sadar dan tak menyukai lontaran yang disampaikan Trump, nyatanya ia berhasil menyisihkan satu demi satu kompetitornya di Partai Republik, dan akhirnya memenangkan pertarungan untuk menjadi orang nomor satu di Amerika.

Washington Post mencatat, hanya tujuh pekan sejak pertama kampanye dimulai, Trump sudah mengeluarkan 1.419 kata-kata yang menyesatkan. Jika dikalkulasi, itu sudah setara dengan 30 kata per hari. Trump melontarkannya dengan berbagai cara. Ketika di podium, ketika di wawancara media, ketika berbicara dengan seseorang, bahkan melalui Twitter yang ia kelola sendiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut