- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Sementara itu, Idil Akbar dari Unpad mengungkapkan bahwa selain Pilkada serentak, tahun depan dinilai mulai akan dipanaskan dengan isu-isu Pemilu. Pemilihan umum legislatif dan Pemilihan Presiden yang akan digelar serentak pada 2019 bakal menarik perhatian. Jokowi yang kemungkinan besar maju lagi di Pipres 2019, kemungkinan kembali berhadapan dengan Prabowo Subianto dan bisa jadi SBY juga maju atau mengajukan orang terdekatnya berlaga.
”Ini mungkin akan terus naik eskalasinya karena ada peningkatan yang terpelihara karen konstruksi media atau titik klimaksnya, justru 2019 akan mengalami penurunan,” kata Idil.
Peneliti CSIS, Arya Fernandes, menilai 2017 mendatang akan diwarnai isu Pilkada serentak serta diskursus hangat di parlemen seputar pembahasan UU Pemilu. Tahun depan akan menjadi ajang pertarungan partai-partai karena desain perhitungan elektoral dan sistem pemilu akan memengaruhi bagaimana cara partai bagaimana memobilisasi masa, dan lain sebagainya.
”Selain Pilkada, saya kira kemungkinan reshuffle akan terjadi lagi baru akan stop di tahun keempat. Karena kalau tahun keempat itu reshuffle dilakukan akan bahaya juga untuk Jokowi kedepankan. Reshuffle akan dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja kabinet dan pertimbangan partai politik pendukung pastinya,” ujar Arya.
Baca juga:
(ren)
