- REUTERS/Muhammad Hamed
Trump Bikin Ulah
Pangkal dari krisis itu adalah Trump. Dilantik pada Januari 2017 menjadi Presiden ke-45 AS, taipan yang sejak lama dikenal sebagai raja bisnis berbagai bidang itu melaju ke Gedung Putih setelah mengalahkan calon Presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Terpilihnya Trump menjadi orang nomor 1 di AS usai Pemilu bisa dibilang mengejutkan banyak pihak. Gelombang unjuk rasa sempat terjadi di berbagai wilayah di AS.
Sejak memerintah, Donald Trump menjadi sosok yang seolah tak berhenti membuat sensasi. Cukup aktif di media sosial Twitter, Presiden AS ini kerap memicu kehebohan dan bersilang pendapat dengan Presiden negara lain maupun pejabat dan tokoh dari dalam dan luar negaranya.
Salah satu isu yang paling gencar menjadi perhatian Trump adalah Korea Utara. Negara yang memang sedang gencar melakukan uji coba rudal balistik dan pengujian bom nuklir tersebut menjadi hal yang cukup sering dikomentari Trump dalam hampir setahun kepemimpinannya.
Pada Februari 2017, Korea Utara mempublikasikan keberhasilan meluncurkan tipe baru rudal balistik. Setelah itu Korut makin getol melakukan uji coba senjata. Bahkan rudal yang diuji sudah dua kali berhasil melewati langit Jepang dan diklaim bisa mendarat di Hokkaido. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un juga mengingatkan bahwa rudal Korea kini bisa menjangkau daratan Amerika Serikat dengan membawa hulu ledak nuklir di seri terbarunya, Hwasong V.
Sepanjang tahun 2017, Trump berusaha menekan Korut. Melalui pengaruh AS di PBB, dia mendorong agar dijatuhkan sanksi kepada negara tersebut. Usaha itu ternyata tak sia-sia, sudah tiga kali PBB menjatuhkan sanksi yang bentuknya semakin keras untuk mengganjar Korut.
Korea Utara dihempang pergerakannya melalui isolasi ekonomi dan dibatasi dalam transaksi internasional. AS berharap, dengan adanya sanksi ini, Korut segera menghentikan berbagai uji coba senjata mutakhir.
![]()
Ekspresi Presiden AS Donald Trump saat tiba di Danang, Vietnam. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Trump, dalam beberapa kesempatan, sangat berang dan selalu bereaksi keras atas ejekan dan gertakan yang dilakukan Korea Utara. Trump mengingatkan bahwa AS tak akan diam dan dipastikan sanggup membumihanguskan Korut jika negara itu berani memulai perang. AS dengan gencar juga merangkul negara-negara yang kontra seperti Korea Selatan dan Jepang untuk melawan Korut.
