Sumpah Pemuda Dibungkus Nusantara Berdendang di Istana
Hasilnya? Serta merta tepuk tangan menggema. Pesan filosofi yang disampaikan dalam bentuk perang baratayudha tersampaikan. Seluruh penonton seakan sepakat bahwa Indonesia akan terus bersaing dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, dan mencari peluang untuk tampil sebagai bangsa pemenang. “Ini seperti perang. Tapi perang yang ini kita terjemahkan dalam kerja, kerja kerja! Berkarya dan terus mencipta,” kata Wawan mengepalkan tangannya.
Dan saat menjelang klimaks, penonton kembali dibuat terdiam. Obrolan seputar semangat Nawacita membuat semua tamu undangan memandang dengan sorotan rasa penasaran. Selintas kemudian, tepuk tangan pun langsung terdengar. Semua kompak memberikan applaus untuk Wayang Ajen.
Pesan lain yang tak kalah disambut antisias adalah tema Sapu Bersih (Saber) Pungli. Kebetulan, isunya sedang hot dan mendapat perhatian serius dari Presiden Jokowi. Pesan orang nomor satu di Indonesia itu jelas! Presiden sudah menyatakan perang terhadap pungutan liar alias pungli.
“Kami ingin semua pesan sampai. Dengan lakon wayang yang bermacam-macam ini, pesannya akan lebih mudah terserap ke masyarakat. Ini seperti perang. Kemenangan itu direncanakan. Sama seperti pesan Pak Menteri Arief Yahya," ujar Wawan Gunawan. (webtorial)
