Jenderal Perang Terganas Amerika Mengancam, Rusia dalam Bahaya

VoxPop Militer: Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Jenderal Mark Milley
Sumber :
  • NPR

VoxPop – Amerika Serikat (AS) masih yakin bahwa Rusia telah menyogok tentara Taliban. Maksud Rusia memberikan sejumlah imbalan tak lain adalah membantai tentara Amerika yang masih menduduki Afghanistan.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

Dalam berita sebelumnya yang dikutip VoxPop Militer dari USA Today, Kongres Amerika memberikan informasi kepada Departemen Pertahanan (US Departement of Defense) bahwa Rusia telah menyogok Taliban untuk membunuh sejumlah pasukan AS yang ada di Afghanistan.

VoxPop Militer: Tentara Amerika Serikat (AS) di Afghanistan

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Mendengar kabar ini, Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (Chief of Joint Staff), Jenderal Mark Alexander Milley, memberikan respons keras. Milley berjanji akan akan menurunkan pasukannya jika Rusia terbukti menyuap Taliban untuk membantai tentara Amerika di Afghanistan.

"Dan jika itu benar, kami akan mengambil tindakan," ucap Milley dikutip VoxPop Militer dari RadioFreeEurope RadioLiberty.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Di sisi lain, Presiden Amerika, Donald Trump, sudah menyetujui rencana penarikan sekitar 10.000 pasukan dari Afghanistan Juni 2020 lalu. Akan tetapi, mantan Komandan Pasukan Amerika untuk Afghanistan, Jenderal John Nicholson, menganggap bahwa itu adalah keputusan yang salah.

VoxPop Militer: Anggota milisi Taliban di Afghanistan

Dalam kacamatanya, Nicholson menganggap bahwa pemulangan puluhan ribu tentara adalah celah bagi Rusia untuk melemahkan Amerika dan Pakta Atlantik Utara (NATO). 

"Penarikan pasukan ini memainkan keinginan Rusia untuk melembahkan NATO. Jika dilakukan, ini akan dipandang sebagai tanda kelemahan Amerika dalam menghadapi ancaman Rusia," kata Nicholson.
 

Ilustrasi minyak mentah.

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Harga minyak turun lebih dari 5 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut