Aksi Militer Prancis Adalah Bukti Keinginan Macron Habisi Erdogan
- The National
Di sisi lain, semua keputusan Macron yang berkaitan dengan perlawanan terhadap Turki tak lain adalah upaya dirinya agar terpilih lagi dalam Pemilu Presiden Prancis yang akan digelar pada 2022.
Dalam berita VoxPop Militer Sabtu 12 September 2020, Macron diduga memanfaatkan Pasal 42 Perjanjian Uni Eropa (UE), bahwa jika suatu Negara Anggota diserang, negara-negara lain harus membantu dengan segala cara. Kemudian Pasal 5 NATO yang menetapkan bahwa menyerang satu negara sekutu berarti menyerang semua negara sekutu.
Macron dianggap mengambil celah dari kedua pasal itu untuk membantu Yunani dengan satu tujuan, terpilih lagi sebagai Presiden Prancis dalam Pemilu Presiden Prancis 2022. Macron berusaha untuk meyakinkan rakyat Prancis untuk memilihnya kembali, dengan menunjukkan dirinya sebagai pihak yang menjunjung tinggi perdamaian di kawasan Laut Mediterania.
Baca juga: Gara-gara Artikel Marinir, Perang Amerika-China Bisa Pecah
