Amerika Jiper, 500 Bom Nuklir China Bisa Menghantam Kapan Saja

VoxPop Militer: Presiden China, Xi Jinping
Sumber :
  • express.co.uk

VoxPop – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) membeberkan data terbaru terkait kekuatan senjata berhulu ledak nuklir, yang dimiliki Republik Rakyat China (RRC). Dalam laporannya, Pentagon mengungkap jumlah senjata nuklir yang siap dikerahkan rezim Xi Jinping.

img_title AS Akan Tutup 5 Kantor Konsulatnya, Ada di Indonesia dan Jepang

Deretan data ini disampaikan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dalam Laporan Kekuatan Militer China tahunan. 

Di luar dugaan Pentagon, modernisasi dan ekspansi kekuatan senjata nuklir China terus meroket dalam dua tahun terakhir.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Dilansir VoxPop Militer dari The Epoch Times, Departemen Pertahanan Amerika Serikat meyakini jika militer China setidaknya diperkuat oleh 500 senjata nuklir. Jumlah tersebut seluruhnya sudah beroperasi sejak Mei 2023 lalu.

VoxPop Militer: Rudal balistik berkemampuan nuklir China

Photo :
  • indianpolitics.co.in
img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Dengan fakta tersebut, Amerika Serikat (AS) khawatir senjata nuklir China akan bertambah lebih dari 1.000 unit dalam tujuh tahun ke depan atau hingga 2030.

"Departemen Pertahanan memperkirakan bahwa RRC memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir yang beroperasi pada Mei 202 di jalur yang melampaui proyeksi sebelumnya," bunyi laporan Departemen Pertahanan AS.

"Departemen Pertahanan memperkirakan bahwa RRC mungkin akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir yang beroperasi pada tahun 2030," lanjut pernyataan tersebut.

Pada 2021 lalu, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS, Jenderal John Hyten, sudah bereaksi terhadap setiap tindakan China meningkatkan kemampuan senjata nuklirnya.

VoxPop Militer: Rudal balistik nuklir Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA)

Photo :
  • The Drive

Hyten melihat jelas jika uji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklir China, bukan cuma sekedar tes kapabilitas senjata. Melainkan, simulasi serangan nuklir terhadap AS.

"Mereka meluncurkan rudal jarak jauh. Mereka menyebar ke seluruh dunia, menurunkan kendaraan luncur hipersonik yang meluncur kembali ke Tiongkok, kemudian mengenai sasaran di Tiongkok," ujar Hyten

"Bagi saya, senjata itu tampak seperti senjata yang digunakan pertama kali," katanya dikutip VoxPop Militer dari New Tang Dynasty (NTD).

Militer Denmark di Greenland

Denmark Kirim Ratusan Tentara Wajib Militer ke Greenland

Hal itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin menjadikan Greenland bagian dari AS.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut