Sebelum Masuk Papua, Pasukan Setan TNI Dibekali Senjata Pemburu OPM

VoxPop Militer: Prajurit TNI AD melakukan pengintaian terhadap musuh
Sumber :
  • Istimewa/Viva Militer

VoxPop Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda atau yang dijuluki Pasukan Setan saat ini tengah bersiap-siap untuk ditugaskan ke Papua sebagai Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan).

img_title Prabowo Minta TNI Hadirkan Sesuatu yang Spesial Saat HUT ke-81 RI

Prajurit yang berada di bawah kendali Korem 061/Surya Kencana, Kodam III/Siliwangi itu terus mengasah kemampuannya untuk menghadapi berbagai situasi di daerah rawan konflik yang dapat mengancam nyawa mereka.

Akhir pekan lalu, ratusan prajurit tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang dikenal sebagai pemburu kelompok DI/TII pimpinan Karto Suwiryo di Jawa Barat itu melakukan latihan menembak dengan senjata Sniper atau senjata runduk.

img_title Menhan Sjafrie Usul Latihan dan Pembinaan TNI Dilakukan 3 Kali dalam Setahun, Ini Alasannya

Latihan menembak runduk yang dipimpin langsung Komandan Batalyon Infanteri 315/Grd Mayor Inf Aryo Priyoutomo itu dilaksanakan di Lapangan Tembak Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

“Pada pelaksanaan latihan ini telah direncanakan sedemikian rupa sehingga sasaran latihan ini dapat meningkatkan kemampuan para prajurit bagi para penembak runduk yang akan melaksanakan Tugas Operasi Pamrahwan Papua,” kata Danyonif 315/Grd Mayor Inf Aryo Priyoutomo dikutip VoxPop Militer dari keterangan resminya, Selasa, 23 Februari 2021.

img_title Menhan Sjafrie Ungkap Kekuatan Tempur TNI Terpenuhi, Mulai dari Alutsista hingga Amunisi

VoxPop Militer: Prajurit Yonif 315/Garuda latihan menembak runduk

Photo :
  • Pen.Yonif 315/Garuda

Danyonif 315/Grd menambahkan, sebelum menembak para prajurit dibekali materi teoritis tentang cara membuat kamuflase atau penyamaran di medan tempur, observasi medan, serta teknik mengeksekusi sasaran.

"Prajurit dilatihkan agar kamuflase mereka tidak terdeteksi oleh pengeihatan musuh saat melaksanakan tugas observasi medan dan sasaran," ujarnya.

Dalam latihan Sniper itu, para prajurit Pasukan Setan menggunakan Senapan dengan sistem bolt Action dengan munisi kaliber 7,62 x 51mm. Dengan bobot 6,82 kg, senapan ini memiliki panjang laras 650mm yang dilengkapi dengan teleskop.

“Dalam pertempuran, penembak runduk memegang peran penting untuk bisa melumpuhkan lawan dari jarak jauh. Biasanya para penembak runduk ini tidak hanya digunakan untuk operasi penugasan melainkan juga menjalankan penugasan khusus seperti pengamanan VIP dan VVIP,” katanya.

Sebagaimana diketahui, daerah penugasan Satgas Pamrahwan adalah medan yang cukup sulit dalam menghadapi lawan.

Medan tempur yang di kelilingi wilayah perbukitan dan hutan di Papua menjadi salah satu penyebab kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kerap kali melakukan penyerangan terhadap pos-pos jaga TNI dari jarak jauh.

Dengan dibekalinya senjata sniper atau senjata runduk ini dinilai sangat efektif dalam menghadapi berbagai serangan yang dapat mengancam nyawa para prajurit TNI yang menjalankan tugas pengamanan di wilayah Papua.

Sosok Rama Yohanes anak angkat Suzzanna dan Clift Sangra

Mengenal Rama Yohanes, Anak Angkat Suzzanna yang Jadi Anggota TNI, Wujudkan Keinginan Terakhir Sang Ratu Horor

Mengenal Rama Yohanes, anak angkat Suzzanna yang kini berkarier sebagai anggota TNI. Simak perjalanan hidupnya, hubungan dengan Clift Sangra, dan profil keluarganya.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut